Pelonggaran Regulasi Buka Kran Investasi ke RI

Jakarta–Pemerintah terus berupaya untuk mendorong realisasi investasi di Indonesia yang ditargetkan dapat mencapai Rp594,8 triliun di 2016 atau tumbuh 14,4% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk itu, pemerintah melakukan berbagai penyederhanaan peraturan bagi para investor yang ingin berinvestasi di sini.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Kamis, 25 Februari 2016. Menurutnya, pemerintah terus memberikan kemudahan bagi para investor untuk dapat mananamkan modalnya di Indonesia terutama dari sisi investasi di sektor pembangunan infrastruktur.

Dia menilai, dengan begitu, maka pihak swasta dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional ke depannya. “Butuh dukungan pihak swasta untuk meningkatkan produktivitas di berbagai hal, butuh banyak keterlibatan investor. Kebijakan yang baru membuat Indonesia lebih terbuka,” ujar JK.

Hingga saat ini, kata dia, pemerintah, telah melakukan pemangkasan berbagai aturan yang dianggap mempersulit para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan melakukan pemangkasan aturan itu, maka diharapkan kegiatan investasi di Indonesia dapat semakin dipermudah khususnya dalam perihal perizinan.

“Kami telah banyak membuka kesempatan. Kami ciptakan regulasi yang jauh lebih sederhana dari sebelumnya,” tukasnya.

Sedangkan pada 2016 BKPM menargetkan capaian realisasi investasi bisa tumbuh 14,4% dari target 2015 atau mencapai Rp594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari PMA sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6% dari target PMA tahun lalu, serta dari PMDN sebesar Rp208,4 triliun naik 18,4% dari target PMDN tahun lalu.

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja di 2016, BKPM menargetkan penyerapan 2 juta tenaga kerja. Untuk mencapai target tersebut, BKPM menetapkan 10 negara prioritas investasi termasuk di antaranya Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, RRT, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.971 per Dolar AS, Didorong Sentimen Selat Hormuz

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,15 persen ke level Rp16.971 per dolar AS, dari penutupan… Read More

22 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini (17/3): Galeri24, UBS dan Antam Kompak Turun

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 17 Maret 2026, meliputi emas Antam,… Read More

28 mins ago

Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Penerima Manfaat

Melalui program Mandiri Berbagi Kebaikan, Mandiri Group menyerahkan 114.000 paket berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak… Read More

43 mins ago

IHSG Dibuka Rebound ke Level 7.094, Naik 1,06 Persen

Poin Penting IHSG dibuka menguat 1,03 persen ke level 7.094,31 pada awal perdagangan 17 Maret… Read More

59 mins ago

IHSG Masih Berpeluang Melemah, BBCA, INDY, SUPA, TINS Direkomendasikan

Poin Penting IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan 17 Maret 2026 dengan target pelemahan di… Read More

2 hours ago

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

11 hours ago