Nasional

PELNI Gandeng DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne

Poin Penting

  • PELNI lakukan transformasi digital dengan mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit LEO melalui kerja sama dengan BuanterOne
  • Teknologi satelit LEO meningkatkan kualitas komunikasi, pengawasan, dan keamanan kapal, termasuk komunikasi real-time kapal–darat serta pemantauan CCTV live dari operation room pusat.
  • Implementasi penuh ditargetkan sebelum peak season, dengan 26 kapal terpasang sistem LEO

Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI melakukan transformasi digital dengan mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO).

Upaya tesebut ditempuh melalui kerja sama strategis dengan BuanterOne, penyedia layanan telekomunikasi satelit di bawah naungan PT Dwi Tunggal Putra (DTP) untuk periode 2026–2029.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI (Persero), Anik Hidayati, menuturkan bahwa teknologi satelit LEO memberikan kualitas konektivitas yang jauh lebih andal dibandingkan teknologi sebelumnya, terutama dalam mendukung komunikasi antara kapal dan darat.

“Dengan teknologi ini, komunikasi menjadi jauh lebih baik. Kami sering melakukan zoom meeting antara kapten di kapal dengan manajemen di darat. Perubahan layanan maupun peningkatan kualitas bisa langsung tersampaikan. Kalau kapal-kapal ini berada di tengah laut tanpa komunikasi, kami tidak akan tahu kondisi di lapangan,” ujar Anik di KM Nggapulu, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: Ganti Kapal Tua, Pelni Ajukan PMN Rp500 Miliar

Tak hanya memperlancar komunikasi, lanjut Anik, penerapan sistem LEO juga memperkuat aspek pengawasan dan keamanan di atas kapal. Selama beberapa tahun terakhir, PELNI telah membangun sistem CCTV yang terhubung secara live dengan operation room di kantor pusat.

“Kami bisa melihat langsung kondisi penumpang di atas kapal. Saat peak season, ketika lonjakan penumpang sangat tinggi, sistem ini sangat membantu kami dalam melakukan monitoring,” jelasnya.

Menurut Anik, keberadaan CCTV berbasis konektivitas satelit ini juga berfungsi sebagai langkah preventif terhadap potensi kejadian yang tidak diinginkan di atas kapal, mulai dari tindak kejahatan hingga kehilangan barang penumpang.

“Kita tidak menutup kemungkinan di atas kapal itu ada ribuan orang. Dengan teknologi ini, kejadian-kejadian bisa terdeteksi lebih cepat dan diselesaikan dengan segera. Ini membangun rasa aman bagi penumpang,” tambahnya.

Saat ini, PELNI tengah memasuki tahap implementasi penuh seluruh peralatan komunikasi berbasis LEO. Proses pemasangan, instalasi, hingga konfigurasi ditargetkan rampung sebelum memasuki periode peak season.

“Hari ini menjadi titik awal implementasi seluruh peralatan. Targetnya sebelum peak season 26 kapal sudah terpasang, dan setelah melewati masa tersebut kami bisa go live dengan sistem baru,” ungkap Anik.

Baca juga: Sektor Manufaktur Jadi Penopang Ekonomi RI, Taiwan Tawarkan Teknologi Industri 4.0

Di kesempatan yang sama, Chief Sales & Marketing Officer (CSMO) BuanterOne, Budi Santoso, solusi yang dihadirkan BuanterOne mencakup internet satelit LEO berkecepatan tinggi, sistem pemantauan kapal berbasis Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS) untuk memastikan akurasi posisi dan keselamatan navigasi, serta pemantauan on-time performance secara real-time guna menjaga ketepatan jadwal pelayaran.

Selain itu, kata Budi, sistem ini dilengkapi layanan komunikasi suara melalui SatPhone dan VoIP, infrastruktur Wi-Fi kapal, serta out-of-band management yang memungkinkan pengelolaan dan pemeliharaan perangkat dilakukan dari jarak jauh.

“Melalui konvergensi teknologi satelit LEO dan sistem monitoring seperti AIS dan VMS, manajemen PELNI dapat memiliki visibilitas penuh terhadap armada setiap saat,” kata Budi. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Sinar Mas Asuransi Syariah Siap Tampung Portofolio Asuransi yang Tutup Unit Syariah

Poin Penting Sinar Mas Asuransi Syariah membuka peluang pengalihan portofolio dari perusahaan asuransi yang menutup… Read More

4 mins ago

BCA Kantongi Laba Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen

Poin Penting BCA membukukan laba Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen yoy, ditopang pertumbuhan kredit 7,7… Read More

22 mins ago

BGN Tegaskan Sekolah Boleh Tolak MBG, Asal Alasan Ini Terpenuhi

Poin Penting BGN menegaskan tidak ada pemaksaan bagi sekolah untuk menerima program Makan Bergizi Gratis… Read More

38 mins ago

Tiga Bulan Dipasarkan, Zurich Critical Care Sumbang 20 Persen Pendapatan Zurich Life

Poin Penting Dalam tiga bulan berjalan, Zurich Critical Care menyumbang 20 persen pendapatan Zurich Life… Read More

40 mins ago

BSI Kini Resmi Menyandang Status Persero

Poin Penting BSI mengubah Anggaran Dasar sesuai UU BUMN dan kini secara administratif bernama PT… Read More

1 hour ago

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Apa Dampaknya bagi Pasar Saham?

Poin Penting Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI dinilai pasar cenderung netral hingga positif… Read More

1 hour ago