Jakarta–Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (11/7) diperkirakan masih berpeluang mempertahankan sentimen penguatannya.
Namun demikian, menurut Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, penguatan Rupiah ini dikhawatirkan terkoreksi, sehingga diprediksi bakal mengancam laju Rupiah di tengah anjloknya harga komoditas.
“Harga komoditas terkoreksi, penguatan Rupiah terancam,” ujar Rangga, dalam risetnya di Jakarta, Senin, 11 Juli 2016.
Selain itu, kata dia, membaiknya data perekonomian AS, juga telah menyebabkan menguatnya Dolar AS terhadap mata uang lainnya. Sehingga, sentimen negatif pun bakal menyasar pada pergerakan Rupiah.
Kendati begitu, lanjut Rangga, sepanjang liburnya pasar keuangan di Indonesia, mayoritas kurs di Asia justru mengalami penguatan meskipun di tengah anjloknya harga komoditas yang masih terjadi.
“Lalu, euforia diberlakukannya tax amnesty diperkirakan bertahan walaupun akan terganggu oleh adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” tutup Rangga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More