Jakarta–Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (11/7) diperkirakan masih berpeluang mempertahankan sentimen penguatannya.
Namun demikian, menurut Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, penguatan Rupiah ini dikhawatirkan terkoreksi, sehingga diprediksi bakal mengancam laju Rupiah di tengah anjloknya harga komoditas.
“Harga komoditas terkoreksi, penguatan Rupiah terancam,” ujar Rangga, dalam risetnya di Jakarta, Senin, 11 Juli 2016.
Selain itu, kata dia, membaiknya data perekonomian AS, juga telah menyebabkan menguatnya Dolar AS terhadap mata uang lainnya. Sehingga, sentimen negatif pun bakal menyasar pada pergerakan Rupiah.
Kendati begitu, lanjut Rangga, sepanjang liburnya pasar keuangan di Indonesia, mayoritas kurs di Asia justru mengalami penguatan meskipun di tengah anjloknya harga komoditas yang masih terjadi.
“Lalu, euforia diberlakukannya tax amnesty diperkirakan bertahan walaupun akan terganggu oleh adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” tutup Rangga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More