Moneter dan Fiskal

Pegawai Pajak-Bea Cukai Kena OTT KPK, Begini Respons Purbaya

Poin Penting

  • Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar seluruh pegawai segera berbenah dan memperbaiki kinerja.
  • Kemenkeu akan memberikan pendampingan hukum sesuai mekanisme, namun menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum dan menyerahkannya sepenuhnya ke pengadilan.
  • Purbaya melakukan rotasi lebih dari 45 pegawai dari pos “gemuk” serta menegaskan pegawai yang terbukti terlibat OTT akan langsung diberhentikan.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada pegawai pajak di Banjarmasin dan Bea Cukai di Jakarta pada hari ini, Rabu (4/2/2026).

Purbaya mengatakan, OTT yang dilakukan KPK ini agar menjadi shock therapy atau terapi kejut bagi seluruh pegawai pajak dan bea cukai untuk segera memperbaiki kinerja.

“Mungkin kita lihat hari ini ada yang di OTT di Banjarmasin yang disergap oleh KPK, ini mungkin merupakan shock therapy bagi pegawai kami,” kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI.

Baca juga: KPK Gelar 2 OTT Sekaligus, Salah Satunya di Kantor Bea Cukai Jakarta

Meski demikian, Purbaya akan tetap melakukan pendampingan hukum sesuai dengan mekanisme yang berlaku hingga mendapatkan keputusan dari hakim atau pengadilan.

Namun, Purbaya menegaskan tidak akan melakukan intervensi hukum untuk menghentikan pemeriksaan tersebut.

“Saya akan mendampingi mereka terus secara hukum, tapi saya tidak akan intervensi hukum dalam pengertian, saya misalnya datang ke Presiden minta ke KPK untuk menghentikan kasus atau ke kejaksaan untuk menghentikan kasus seperti di masa lalu,” ucapnya.

“Jadi saya akan bantu tapi saya akan biarkan proses hukum seadil-adilnya, kalau salah ya bersalah, kalau tidak jangan di abuse,” tambahnya.

Purbaya juga tengah melaksanakan pembenahan dengan melakukan rotasi pegawai pada pekan ini. Hingga saat ini, kata Purbaya, terdapat pegawai pajak yang masih berkomplot dengan wajib pajak tertentu.

Baca juga: Purbaya Beberkan Penerimaan Pajak Januari 2026 Capai Rp116,2 T, Tumbuh 30,8 Persen

“Minggu ini akan kita pindahkan 45 orang lebih dari tempat-tempat yang dianggap gemuk dan kita anggap masih melakukan diskusi dengan para wajib pajak tertentu, untuk dipindahkan ke tempat-tempat yang lebih sepi,” pungkasnya.

Namun, Purbaya menyatakan belum mengetahui secara rinci terkait siapa pegawai yang terjaring OTT. Dia menegaskan kalau pegawai tersebut terbukti terlibat, maka akan langsung diberhentikan.

“Nanti kita lihat kayaknya sih kalau terbukti salah bisa diberhentikan,” ujarnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

9 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

9 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

10 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

11 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

12 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

12 hours ago