Jakarta – BP Tapera memastikan bahwa peserta non-ASN akan dapat segera mengikuti program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Proses kepesertaan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) rencananya akan dilakukan secara bertahap.
Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pengerahan Dana Taperaa, Eko Ariantoro menyebut bahwa untuk tahap awal atau pertama diprioritaskan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa para guru honorer juga dapat ikut dalam program Tapera.
“Untuk tahap pertama, memang diperuntukkan bagi ASN yang terbagi menjadi PNS dan P3K. Meskipun begitu, nantinya guru honorer juga bisa mengikuti program Tapera ini, tetapi kami perlu koordinasi lebih lanjut mengenai pendataannya,” ujar Eko dalam InfobankTalkNews Media Discussion yang bertajuk “Persiapan BP Tapera Dalam Pengembalian Dana Taperum” di Jakarta, Kamis, 18 September 2020.
Pada tahap selanjutnya BP Tapera akan melebarkan jangkauannya dengan menggandeng karyawan dari BUMN, BUMD, serta TNI dan Polri. Kemudian di tahap terakhir, karyawan swasta dapat mengikuti Tapera setelah program ini berjalan selama 7 tahun.
Lebih lanjut, Eko memastikan bahwa BP Tapera akan berlaku adil baik pada peserta ASN maupun Non-ASN. Ia menyebut bahwa lama kepesertaan akan menjadi salah satu syarat urutan prioritas pada program Tapera.
“Tidak ada perbedaan manfaat baik ASN maupun Non-ASN ketika sudah masuk menjadi peserta Tapera. Menurut peraturan, lama kepesertaan akan menjadi penentu urutan prioritas. Otomatis, peserta terdahulu akan di prioritaskan,” jelasnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More