Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu (foto: M.Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Sebagai instrumen investasi safe-haven, harga emas menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam jangka panjang. Kondisi ini menegaskan posisi emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil dan mampu menjaga nilai aset dari waktu ke waktu.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, mengatakan bahwa secara historis harga emas terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, meskipun dalam jangka pendek tetap terjadi fluktuasi.
“Tidak ada harga yang selalu naik tanpa ada turun. Tetapi emas trennya selalu naik,” ujar Yos, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca juga: BSI Pastikan Stok Emas Aman di Tengah Lonjakan Harga
Ia juga memberikan ilustrasi sederhana untuk menggambarkan peningkatan nilai emas dalam kurun waktu puluhan tahun. Beberapa dekade lalu, nilai emas seberat satu kilogram kira-kira setara dengan harga sebuah motor Honda Astrea.
Namun saat ini, dengan berat emas yang sama, nilainya sudah setara dengan mobil yang lebih mahal seperti produksi Hyundai.
“Jadi emas 1 kilogram beberapa waktu yang lalu, gaya hidupnya itu cuma ngasih gaya hidup Honda Astrea. Sekarang dengan emas satu kilogram yang sama, nilainya bisa setara mobil Hyundai,” jelasnya.
Diketahui, harga Honda Astrea, khususnya tipe Grand, pada awal 1990-an berkisar antara Rp2,7 juta-Rp3 juta (on-the-road DKI Jakarta). Pada tahun 2026, harga motor bekasnya melonjak tinggi, berkisar dari Rp3,5 juta hingga belasan juta rupiah tergantung kondisi dan keaslian komponen.
Sementara itu, harga mobil Hyundai di Indonesia pada 2026 sangat bervariasi, mulai dari sekitar Rp250 jutaan untuk MPV Stargazer hingga di atas Rp1 Miliar untuk SUV Palisade.
Namun, model populer seperti Creta berkisar Rp299-426 jutaan, dan Ioniq 5 listrik dijual mulai Rp809-925 jutaan. Harga dapat berbeda berdasarkan tipe dan wilayah.
Yos mengungkapkan, pada 2026 harga emas telah mencapai sekitar Rp2,9 juta per gram. Jika dibandingkan dengan harga sekitar 20 tahun lalu, kenaikan tersebut mencapai sekitar 1.446 persen.
Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini (5/3): Antam Naik, Galeri24 dan UBS Kompak Anjlok
Kendati demikian, ia menekankan bahwa pergerakan harga emas tidak selalu naik secara lurus. Dalam periode tertentu tetap terjadi koreksi atau penurunan harga. Namun secara keseluruhan, tren jangka panjangnya tetap menunjukkan peningkatan nilai.
Karena itu, masyarakat yang ingin berinvestasi emas disarankan memiliki perspektif jangka panjang agar dapat merasakan manfaat dari kenaikan nilainya.
“Trennya selalu naik dalam jangka panjang. Jadi jangan melihat emas sebagai trading harian, tetapi sebagai investasi jangka panjang,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Akulaku Finance menargetkan pembiayaan baru Rp8,2 triliun pada 2026, tumbuh 12 persen. NPF… Read More
Poin Penting Pegadaian mengintegrasikan Tabungan Emas dengan Jaringan PRIMA, sehingga top up kini bisa dilakukan… Read More
Poin Penting Akulaku Finance menyalurkan pembiayaan Rp7,44 triliun pada 2025, naik dari Rp6 triliun pada… Read More
Poin Penting Danantara Indonesia melakukan governance reset dengan mengevaluasi aset, kebijakan akuntansi, dan tata kelola… Read More
Poin Penting Menkop Ferry Juliantono menyebut program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai implementasi konsep Prabowonomics… Read More
Allianz Syariah menegaskan komitmennya untu kterus menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan… Read More