Poin Penting
Jakarta – PT Pegadaian memastikan seluruh produk investasi emas digital nasabah didukung ketersediaan emas fisik secara penuh. Perseroan menerapkan rasio 1:1 antara saldo emas digital dengan emas fisik yang disimpan di brankas atau vault perusahaan.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, mengatakan sebelum nasabah membeli emas melalui aplikasi Tring!, Pegadaian telah menyiapkan dan menyetorkan emas fisik terlebih dahulu. Dengan demikian, setiap transaksi pembelian emas digital dipastikan memiliki dukungan aset nyata.
“Emas di Pegadaian itu 1 banding 1. Teman-teman beli 100 gram, 200 gram atau berapa pun, di Pegadaian fisiknya ada,” ujar Yos di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi salah satu upaya menjaga transparansi sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah terhadap investasi emas digital.
Kebijakan ini juga relevan dengan kasus yang sempat terjadi di China. Saat itu, fenomena “demam emas” memicu krisis setelah sejumlah platform investasi diketahui tidak memiliki cadangan emas fisik yang memadai.
Kondisi tersebut memicu protes dari investor dan mendorong pemerintah setempat melakukan investigasi terhadap sejumlah platform investasi emas.
Baca juga: Skandal Emas Digital China Meledak, Investor Gagal Tarik Dana dan Emas Fisik
Di Pegadaian, emas yang disimpan di fasilitas penyimpanan umumnya berbentuk batangan besar, misalnya emas batangan satu kilogram. Dalam satu batang emas tersebut terdapat porsi kepemilikan dari berbagai nasabah sesuai dengan saldo emas masing-masing.
“Yang ada di tempat penyimpanan emas Pegadaian itu bentuknya kiloan. Jadi, di dalam blok 1 kilogram itu ada 100 gram emas milik orang lain dan seterusnya,” jelas Yos.
Karena bentuk penyimpanan tersebut, proses pencetakan emas fisik dari saldo emas digital tidak selalu dapat dilakukan secara instan. Nasabah biasanya memerlukan waktu ketika ingin mengonversi saldo digital menjadi emas fisik.
Baca juga: Menilik Tren Harga Emas 10 Tahun Terakhir
Yos menambahkan, untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pegadaian juga menghadirkan fasilitas ATM emas yang memungkinkan nasabah mencetak emas fisik langsung dari saldo emas digital.
Saat ini fasilitas tersebut masih tersedia secara terbatas. Namun ke depan, perusahaan berencana memperluas jaringan ATM emas ke berbagai wilayah di Indonesia guna meningkatkan kemudahan akses bagi nasabah.
Pegadaian berharap kehadiran fasilitas ini dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas digital, karena saldo emas yang dimiliki benar-benar didukung oleh emas fisik yang tersimpan di perusahaan.
Saat ini, PT Pegadaian menyediakan empat produk utama dalam ekosistem bisnis emas, yaitu perdagangan atau jual beli emas, deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, serta layanan titipan emas bagi korporasi. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KPPU putuskan 97 pinjol melanggar aturan Pasal 5 UU No. 5/1999 terkait penetapan… Read More
Poin Penting Komisi Pengawas Persaingan Usaha menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada 97 penyelenggara pindar… Read More
Poin Penting AFTECH berharap formasi baru Dewan Komisioner OJK dapat memperkuat kebijakan dan pengawasan industri… Read More
Poin Penting KPK mencatat 67,98% penyelenggara negara telah melaporkan LHKPN 2025 hingga 11 Maret 2026… Read More
Poin Penting Gubernur Babel mewajibkan ASN menggunakan sepeda atau kendaraan roda dua untuk menekan konsumsi… Read More
Poin Penting DPR meminta wacana belajar dari rumah untuk efisiensi energi dikaji hati-hati, karena berpotensi… Read More