“Jadi kan sekarang kita fokusnya ini kan untuk memberikan infomasi terkait para debitur yang sudah ada di sistem perbankan Indonesia termasuk umkm. Langkah selanjutnya, tantangannya adalah bagimana dengan umkm, masyarakat atau perusahaan lain yg blm masuk di sistem perbankan. Nah yang istilahnya masih unbankable. Ini yang kita giatkan kumpulan data-data dari pipeline, termasuk data dari Telkom dan lain,” jelas Ronald.
Baca juga: Pefindo Biro Kredit Klaim Dorong Efisiensi Industri
Hingga saat ini Pefindo Biro Kredit telah menghimpun lebih dari 55 anggota dari kalangan lembaga keuangan dan sekitar 18 perusahaan berbasis teknologi finansial (fintech) untuk bergabung menjadi anggota dan mitra kerja sama.
Ronald menargetkan para pelaku layanan jasa keuangan dapat segera terdaftar pada akhir tahun ini. “Kita targetkan sebelum akhir tahun ini sudah terdaftar lah,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Pemerintah mengubah skema MBG, penyaluran untuk siswa kini hanya dilakukan pada hari sekolah… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More