Internasional

Patut Dicontoh, India Pangkas Pajak Kelas Menengah Demi Dongkrak Ekonomi

Jakarta – India mengumumkan kebijakan pemangkasan tarif pajak penghasilan dalam anggaran tahunannya pada Sabtu, 1 Februari 2025. Langkah ini diharapkan dapat mendorong konsumsi domestik, memperkuat investasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Struktur baru ini akan mengurangi pajak bagi kelas menengah dan memberikan lebih banyak uang kepada mereka, sehingga meningkatkan konsumsi rumah tangga, tabungan dan investasi,” kata Nirmala Sitharaman, Menteri Keuangan India dikutip Reuters, 3 Februari 2025.

Dalam anggaran tahunan, Sitharaman memberikan insentif pajak sebesar 1 triliun rupee atau sekira Rp188 triliun (asumsi asumsi kurs Rp188 per rupee) kepada kelompok kelas menengah.

Ia menyatakan bahwa batas penghasilan bebas pajak penghasilan (PPh) dinaikkan dari 700.000 rupee menjadi 1,28 juta rupee India per tahun.

Selain itu, tarif pajak bagi mereka yang berpenghasilan di atas ambang batas baru ini juga diturunkan.

Baca juga: 2025: Tahun Nestapa Kelas Menengah, Income-nya Akan Tergerus 4 Hal Ini

Kebijakan pajak ini akan memengaruhi 10 juta orang, meningkatkan jumlah warga yang tidak membayar PPh menjadi 60 juta orang. Jumlah ini sekitar 74 persen dari total wajib pajak.

Menurut analis pajak sekaligus CEO BankBazar.com Adhil Shetty, mereka yang berpenghasilan 2,5 juta rupee setahun akan membayar pajak sekitar 343.000 rupee, kurang dari 457.000 rupee yang mereka bayarkan saat ini.

“Hal ini berarti ada sekitar 5 persen lebih banyak uang di tangan mereka dan penghematan bulanan sekitar 9.500 rupee, sebuah keringanan besar bagi pembayar pajak,” kata Adhil.

Di sisi lain, kebijakan ini bisa berdampak pada penerimaan negara. Menurut laporan Reuters, pengurangan pajak ini akan menyebabkan penurunan pendapatan pemerintah sekitar 1 triliun rupee per tahun.

Untuk menyeimbangkan pendapatan yang hilang, pemerintah India telah menganggarkan peningkatan belanja modal tahun ini menjadi Rp11,21 triliun rupee (sekitar Rp2.060 triliun) pada tahun fiskal 2025-26, dari sebelumnya 10,18 triliun rupee.

Baca juga: Indonesia Resmi Terapkan Pajak Minimum Global, Apa Itu?

Selain kebijakan pajak, Pemerintah India juga akan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian dengan meluncurkan program nasional untuk mendorong tanaman dengan hasil tinggi, dengan fokus pada budidaya kacang-kacangan dan produksi kapas.

“Program ini akan menargetkan setidaknya 17 juta petani dan meningkatkan batas kredit bersubsidi yang ditawarkan kepada mereka dari USD3,460 menjadi USD5,767,” ujar Sitharaman

Pemerintah India sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya 6,4 persen di 2025, jauh di bawah target Perdana Menteri Narendra Modi yang sebesar 8 persen. Namun, perekonomian diperkirakan tumbuh 6,3 hingga 6,8 persen di 2026.(*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Terkait Wacana Pembatasan Ekspansi Ritel Modern, Begini Respons Aprindo

Poin Penting Anggota Aprindo menegaskan selalu patuh terhadap semua aturan dan prosedur lokal saat membuka… Read More

48 mins ago

Bank Jambi Tindaklanjuti Gangguan Sistem, Dana Nasabah Dijamin Aman

Poin Penting Bank Jambi menelusuri gangguan sistem yang menyebabkan kerugian nasabah dan menurunkan tim audit… Read More

1 hour ago

IBM Rilis Laporan Ancaman Siber 2026, Asia Pasifik Sumbang 27 Persen Insiden

Poin Penting Asia Pasifik menyumbang 27 persen dari total insiden siber global pada 2025 dengan… Read More

1 hour ago

Begini Strategi Bank Jateng Genjot Kredit Kendaraan Bermotor

Poin Penting Bank Jateng percepat ekspansi Kredit Kendaraan Bermotor dengan target 100.000 unit tahun ini.… Read More

2 hours ago

RedDoorz Bidik Pertumbuhan Pendapatan 20 Persen Jelang Lebaran 2026

Poin Penting RedDoorz membidik kenaikan pendapatan 20 persen menjelang Lebaran 2026. Kota seperti Garut, Tasikmalaya,… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah Jumat Ini ke Rp16.788 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More

3 hours ago