Jakarta – PT Mekar Agrifin Teknologi atau Paten Mekar Tani berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah.
Teranyar, Paten Mekar menggagas kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatra Barat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dan PT Mekar Investama Teknologi (MEKAR) meluncurkan program Ba Jaguang: Dari Ranah Minang untuk Ketahanan Pangan Indonesia di Sumatera Barat.
Program Ketahanan Pangan bertujuan memperkuat ekosistem pertanian jagung nasional yangberkelanjutan melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, hingga skema penyerapan hasilpanen secara terstruktur.
Fokus utamanya adalah membangun sistem pertanian yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberdayakan petani lokal sebagai aktor utama dalam rantai ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Didominasi Sektor Pertanian, BRI Salurkan KUR Rp83,38 Triliun per Juni 2025
Direktur Utama Paten Mekar Tani, Ari Irpendi Putra, menyebut bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan respons konkret terhadap tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks.
“Program ini hadir sebagai model kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, penegak hukum, dan petani. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab negara, tapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, CEO MEKAR, Pandu Aditya Kristy, menegaskan bahwa ketahanan pangan hanya dapat terwujud melalui dukungan nyata dan kolaborasi lintas sektor, khususnya di daerah yang memiliki potensi besar seperti Sumatera Barat.
“Kami di MEKAR percaya bahwa pertanian yang kuat adalah fondasi bagi masyarakat yang sejahtera dan negara yang tangguh. Melalui kolaborasi lintas sektor dari Ranah Minang, kita wujudkan ketahanan pangan nasional secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya, Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi, mengapresiasi peluncuran program ini sebagai langkah konkret daerah dalam mendukung agenda nasional ketahanan pangan.
Menurutnya, penguatan pangan tidak cukup dari sisi produksi saja, tetapi juga membutuhkan kemitraan yang adil, teknologi tepat guna,
dan keberlanjutan.
Ia menegaskan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto harus berdaulat atas pangan dan tidak bergantung pada pihak lain.
“Di Sumatera Barat, komoditas prioritas adalah padi dan jagung, yang sejalan
dengan visi pembangunan daerah,” jelasnya.
Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, ID FOOD Gencar Lakukan Ini
Kapolda Sumatera Barat, Irjen Gatot Tri Suryanta juga menyampaikan
dukungannya. Ia menilai bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari stabilitas
sosial-ekonomi yang memerlukan dukungan dari sisi pengamanan dan pengawasan.
“Program ini sejalan dengan visi Prabowo Subianto melalui Asta Cita, yang menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu
prioritas utama. Peran Paten Mekar Tani tentu sangat kami apresiasi dalam mendorong upaya ini,” ujarnya. (*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More