Saham BTN masih prospektif untuk dikoleksi. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Saham sektor perbankan dinilai prospektif untuk dikoleksi pelaku pasar di tengah harga saat ini yang masih undervalue. Pengamat pasar modal Hariyajid Ramelan mengatakan, sebuah sinyal positif untuk bank bisa tumbuh hingga akhir tahun ini ditengah tantangan perlambatan ekonomi akibat pandemi Virus Corona (COVID-19).
“Investasi saat ini lagi gencar dilakukan milenial. Dari beberapa respon teman-teman di market, meski dalam kondisi bearish saat ini namun investor mulai melirik investasi di pasar modal karena koreksi saham pada IHSG sudah cukup dalam dan ini adalah peluang yang cukup bagus,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip Minggu, 7 Juni 2020.
Menurut Haryajid, salah satu saham perbankan yang akan direspon positif pelaku pasar saat ini adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Hal ini sejalan dengan Presiden Jokowi yang telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera. Dengan terbitnya beleid itu Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bisa segera beroperasi.
“Ini sangat memungkinkan salah satu bentuk stimulus yang diberikan pemerintah pada sektor perbankan. Bahkan saya lihat bukan hanya sektor perbankan saja secara keseluruhan. Adanya Tapera tentunya akan memberikan stimulus bagi bisnis properti untuk kembali menggeliat,” terangnya.
Pasca diterbitkan PP Tapera pada Selasa, (2/6) harga saham BBTN sempat terbang tinggi atau naik hingga 21,05% ke level harga Rp920 per saham. Bahkan, saham BBTN juga sempat mencapai level tertingginya yakni Rp940 per saham atau kenaikan sebesar 23,68% mendekati batasan harga Auto Reject Atas (ARA) 25%.
Ia melihat perbankan yang melakukan pembiayaan di sektor perumahan adalah Bank BTN, jadi harusnya pertumbuhan kinerja dari perseroan akan muncul dan membaik lagi walaupun beberapa waktu lalu sahamnya sempat terkoreksi cukup dalam. “Saya melihat pergerakan saham BTN sudah menuju arah perbaikan dan pelaku pasar mulai kembali melirik saham ini,” ungkapnya.
Haryajid memproyeksikan saham emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BBTN akan berada di posisi 1.500 atau bahkan bisa lebih karena Tapera baru di semester pertama ini diumumkan.
“Pertumbuhan nanti akan terjadi di semester II jika sudah mulai muncul pengajuan perumahan oleh para milenial yang akan menambah income bagi BTN. Peluang BTN secara teknikal di level 1.500 sedangkan secara fundamental untuk di posisi tersebut sudah sangat kuat karena saham ini turunnya sudah sangat dalam,” tegasnya.
Poin Penting Konflik AS–Israel dan Iran memicu volatilitas IHSG, berpotensi terjadi koreksi wajar dan fase… Read More
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pertamina resmi menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Maret 2026, mengacu pada… Read More
Poin Penting Konflik AS–Israel vs Iran ancam 20 persen pasokan minyak global dan dorong harga… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More