Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengaku, aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia cukup deras pasca penurunan suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin (bps) hingga menjadi 5,00% pada bulan Oktober ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, selama tahun berjalan (year to date/ytd) hingga 24 Oktober ini aliran modal asing masuk mencapai Rp210 triliun. Dana tersebut masuk melalui berbagai instrumen pasar keuangan walau Perry menyebutkan pada instrumen saham masih ada aliran modal asing yang keluar (outflow).
“Aliran modal asing atau portfolio asing sampai tanggal 24 Oktober ytd total aliran masuk ke Indonesia Rp210 triliun terdiri dari SBN Rp157,6 triliun sementra ke saham Rp50,3 triliun itu sepanjang tahun,” jelas Perry di Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.
Lebih rinci lagi Perry menjelaskan, secara week to date, sampai dengan 24 Oktober, SBN yang masuk sebesar Rp12,19triliun. Meskipun sempat terjadi aliran modal asing keluar (capital outflow) di saham Rp230 miliar sehingga nett inflow sebesar Rp12,03 triliun.
“Berlanjutnya aliran investasi masuk ke Indonesia memberikan testimoni bentuk atau indikasi bahwa konfiden investasi asing kuat dan merespon kredibilitas langkah kebijakan,” tukas Perry.
Lebih lanjut dirinya berharap, ke depan aliran modal asing yang masuk tersebut dapat mendorong stabilitas nilai tukar untuk menjaga perekonomian nasional dan akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More