Perbankan

Pasca Akuisisi First Republic Bank, JPMorgan Langsung PHK 1.000 Pekerja

Jakarta – JPMorgan Chase mengumumkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.000 pekerja First Republic Bank, pada Kamis (25/5/2023). 

Pemangkasan ini terjadi setelah perusahaan melakukan akuisisi sebagian besar aset First Republic Bank usai bank regional yang berbasis di San Fransico telah disita pemerintah awal bulan ini.

Juru Bicara JPMorgan Chase mengatakan, perusahaan sendiri sudah memperbaharui status pekerjaan seluruh karyawan First Republic Bank di mana sebagian besar atau sekitar 85% karyawan telah ditawari peran transisi atau penuh waktu.

Kondisi ini menyisakan 15% atau sekitar 1.000 karyawan First Republic Bank yang tidak menerima tawaran pekerjaan.

Dijelaskannya, kesepakatan perusahaan dengan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) pada 1 Mei untuk membeli sebagian besar First Republic Bank tidak mencakup semua karyawan perusahaan.

“Kami sudah transparan dengan karyawan mereka dan menepati janji kami untuk memperbarui status pekerjaan mereka dalam 30 hari,” kata JPMorgan Chase dinukil CNN, 29 Mei 2023.

Perusahaan menyadari tengah berada dibawah tekanan dan ketidakpastian yang terjadi sejak bulan Maret lalu.

Pihaknya menjelaskan, karyawan yang belum ditawari pekerjaan akan menerima gaji dan tunjangan selama 60 hari. 

Tak hanya itu, mereka akan ditawarkan paket yang mencakup tambahan sejumlah uang dan tunjangan berkelanjutan dan sumber daya untuk menemukan peluang atau pekerjaan baru.

Meski begitu, belum jelas berapa banyak karyawan First Republic Bank yang ditawari pekerjaan di JPMorgan Chase yang akan bekerja penuh waktu maupun peran transisi.

“Peran transisi yang ditawarkan kepada beberapa karyawan First Republic Bank akan berlangsung selama tiga hingga 12 bulan,” pungkasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

13 mins ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

29 mins ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

42 mins ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

1 hour ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

1 hour ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

2 hours ago