Market Update

Pasar Saham Tertekan, Begini Jurus Investasi Aman di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting

  • IHSG sempat turun tajam hingga 7.654 dan memicu trading halt dua kali akibat isu transparansi free float yang disorot MSCI.
  • Investor disarankan memilih emiten berfundamental kuat dan membeli di harga diskon agar lebih tahan terhadap koreksi pasar.
  • Bagi trader, penting memiliki rencana yang jelas dan tegas menjalankan cut loss untuk membatasi risiko kerugian.

Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal 2026 sempat mengalami tekanan signifikan. Bahkan, koreksi tajam tersebut memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) sebanyak dua kali dalam dua hari berturut-turut. Gejolak ini turut menyeret perhatian otoritas pasar modal, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi, Certified Financial Planner Melvin Mumpuni menyarankan investor untuk tetap selektif dalam menempatkan dana, khususnya pada saham-saham berfundamental kuat.

Menurutnya, dalam kondisi ketidakpastian seperti saat ini, saham dengan fundamental solid lebih sesuai bagi investor, terutama pemula. Emiten dengan kinerja keuangan sehat, manajemen yang baik, serta prospek pertumbuhan jangka panjang dinilai lebih mampu bertahan di tengah tekanan pasar.

“Kalau saya adalah tipikal orang investor fundamental di pasar modal. Puji Tuhan, yang (peristiwa) kemarin itu portofolio kami tidak terlalu tertampak dengan penurunan yang signifikan,” jelas Melvin dikutip, 8 Februari 2026.

Baca juga: BSI Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 15 Persen

“Kenapa? Karena saham-saham yang kami pilih adalah saham-saham dengan fundamental bagus, dan waktu kita beli pun belinya di harga ter-discount. Jadi dengan penurunan kemarin pun, it’s okay,” tambahnya.

Melvin menekankan pentingnya strategi pembelian pada harga yang wajar atau terdiskon. Ia mengingatkan agar investor tidak masuk ke saham fundamental saat valuasi sedang tinggi, karena ketika koreksi terjadi, dampaknya bisa lebih terasa terhadap portofolio.

Di sisi lain, ia tidak mempersoalkan strategi trading jangka pendek selama dilakukan secara disiplin. Investor, kata dia, harus memiliki rencana transaksi yang jelas serta konsisten menjalankannya, termasuk menentukan batas kerugian (cut loss).

“Pastikan Anda trading itu dengan trading plan yang sudah jelas. Dan kedua, disiplin dengan trading plannya. Ketika memang harga sudah tidak sesuai dengan pergerakan atau trading plan, ya disiplin cut loss,” tegas Melvin.

Gejolak IHSG dan Respons Otoritas

Sebagai catatan, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 7.654 pada akhir Januari 2026. Kondisi tersebut memicu trading halt dua kali dalam dua hari beruntun.

Tekanan pasar dipicu oleh keraguan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap transparansi mekanisme free float di pasar modal Indonesia. Imbasnya, MSCI membekukan proses rebalancing indeks saham Indonesia.

Baca juga: MINA Bantah Terlibat Kasus Dugaan Saham Gorengan

Situasi ini juga diikuti dengan mundurnya sejumlah pejabat OJK dan BEI sebagai bentuk tanggung jawab moral, yakni Mahendra Siregar (Ketua Dewan Komisioner OJK), Inarno Djajadi (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK), Ida Bagus Aditya Jayaantara (Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK), serta Iman Rachman (Direktur Utama BEI).

Saat ini, OJK, BEI, dan self-regulatory organization (SRO) lainnya tengah berupaya memenuhi standar MSCI. Proses penyesuaian tersebut ditargetkan rampung paling lambat sebelum Maret 2026. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri, PGE Jaga Pasokan Listrik Nasional Tetap Stabil

Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More

2 hours ago

Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Dukung Perjalanan Mudik Aman dan Nyaman

Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More

7 hours ago

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

8 hours ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

9 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

11 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

11 hours ago