Ilustrasi Pergerakan saham big banks yang kompak turun usai BI umumkan tahan suku bunga 4,75 persen, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau telah mengalami longsor hingga 5,02 persen ke level 6.146,91 dari dibuka pada posisi 6.458,66 menjelang penutupan perdagangan sesi I hari ini (18/3).
Berdasarkan hal itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil tindakan tegas, yakni melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt sistem perdagangan pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
“PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai lima persen,” ucap Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi, 18 Maret 2025.
Baca juga: Cek! Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 Selama Sepekan
Kautsar menjelaskan, hal tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
Adapun, perdagangan akan kembali dilanjutkan pada pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
Sebagai informasi, IHSG selama sepekan masih mengalami tren penurunan sebanyak 6,09 persen dan secara year-to-date telah melemah sebesar 13,18 persen, posisi IHSG saat ini menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir.
IHSG menjadi bursa dengan kinerja terburuk pagi ini dengan kemerosotan hingga lebih dari 2 persen. Mengutip Bloomberg, hingga pukul 09.46 WIB, IHSG sudah terperosok 2,3 persen, terburuk di Asia sejauh ini.
Baca juga: Begini Cara Gotrade Indonesia Bantu Investor Kelola Risiko Investasi di Pasar Saham AS
Bursa saham negeri tetangga yang juga merah adalah Thailand dengan pelemahan lebih kecil, hanya 0,30 persen. Kemudian, bursa saham Laos terpantau tergerus 0,92 persen pagi ini.
Selebihnya, bursa saham di Asia hijau dengan penguatan yang cukup besar seperti bursa Malaysia yang naik 1,04 persen dan bursa Singapura 1 persen. Kenaikan mayoritas bursa saham di kawasan Asia mengikuti kebangkitan bursa saham di Wall Street tadi malam. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More