Market Update

Pasar Saham Berdarah, IHSG Ditutup Rontok 7,35 Persen di Tengah Lonjakan Transaksi

Poin Penting

  • IHSG ditutup anjlok 7,35 persen ke level 8.320,55, dengan tekanan jual masif di hampir seluruh saham.
  • Seluruh indeks dan sektor kompak melemah, dipimpin sektor infrastruktur, energi, dan teknologi.
  • Nilai transaksi tembus Rp45,50 triliun, dengan 753 saham terkoreksi dan aktivitas perdagangan sangat tinggi.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026, ditutup melemah tajam sebesar 7,35 persen ke level 8.320,55 dari posisi sebelumnya di 8.980,23.

Berdasarkan statistik RTI Business, pergerakan saham didominasi pelemahan. Tercatat 753 saham terkoreksi, 37 saham menguat, dan 16 saham stagnan.

Sebanyak 60,85 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi 3,99 juta kali transaksi. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp45,50 triliun.

Baca juga: IHSG Ditutup Lanjut Merosot 7,34 Persen ke 8.321, Seluruh Sektor Masuk Zona Merah

Seluruh indeks utama dalam negeri juga bergerak di zona merah. IDX30 turun 5,93 persen ke 417,82, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 8,78 persen ke 561,22, Sri-Kehati melemah 4,15 persen ke 362,07, dan LQ45 terkoreksi 7,26 persen ke level 812,54.

Seluruh Sektor Saham Kompak Terkoreksi

Tekanan jual terjadi di seluruh sektor. Sektor infrastruktur mencatat pelemahan terdalam sebesar 10,15 persen, diikuti sektor energi yang turun 8,99 persen dan sektor teknologi melemah 7,55 persen.

Sektor transportasi terkoreksi 7,36 persen, sektor industri turun 6,60 persen, sektor siklikal melemah 6,43 persen, sektor properti turun 6,35 persen, dan sektor bahan baku merosot 6,30 persen.

Baca juga: Alert! BEI Lakukan Trading Halt usai IHSG Ambles 8 Persen

Sementara itu, sektor kesehatan melemah 4,84 persen, sektor keuangan turun 4,30 persen, dan sektor non-siklikal terkoreksi 3,96 persen.

Top Gainers, Top Losers, dan Saham Teraktif

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Sementara itu, saham top losers ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).

Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Thomas Djiwandono Sowan ke Gubernur BI Perry Warjiyo, Ini yang Dibahas

Poin Penting Thomas Djiwandono bertemu Gubernur BI Perry Warjiyo untuk berdiskusi dan mendengar berbagai masukan… Read More

29 mins ago

Adopsi AI hingga Masuknya Pemain Baru Jadi Tantangan Industri 2026

Poin Penting Adopsi AI dan regulasi menjadi tantangan utama industri 2026, menuntut model bisnis berkelanjutan… Read More

48 mins ago

Thomas Djiwandono Buka Suara soal Minim Pengalaman Moneter di BI

Poin Penting Thomas Djiwandono mengakui tidak memiliki latar belakang moneter, namun yakin kapabilitas lain dapat… Read More

51 mins ago

BSI Bongkar Rahasia Menjaga Pertumbuhan Laba

Poin Penting Integrasi data pascamerger jadi kunci kinerja BSI, dengan membangun single source of truth… Read More

51 mins ago

ASBISINDO Beberkan Tantangan Utama Perbankan Syariah di 2026

Poin Penting ASBISINDO menilai perbankan syariah 2026 relatif stabil, namun penguatan fundamental bisnis menjadi tantangan… Read More

2 hours ago

Thomas Djiwandono Bantah Bahas Jabatan Deputi Gubernur BI dengan Prabowo

Poin Penting Thomas Djiwandono membantah ada pembahasan dengan Presiden Prabowo sebelum dicalonkan sebagai Deputi Gubernur… Read More

2 hours ago