Categories: Market Update

Pasar Modal Perlu Formula Jitu Tarik Investor

Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, investasi pasar modal harus dapat menarik para investor domestik, khususnya investor ritel. Hal ini sejalan dengan pilar utama pasar modal adalah basis investor domestik yang kuat.

Pernyataan ini seperti disampaikan Kepala Pengawas Pasar Modal II OJK Fahri Hilmi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 16 Desember 2015. Menurutnya, basis investor yang kuat tidak hanya dilihat dari jumlah yang banyak, namun juga dari tingkat edukasi dan sosialisasi yang tinggi.

Dia mengungkapkan, pada negara-negara maju, rasio antara jumlah investor dan penduduk mencapai lebih dari 30%

“Negara-negara lain banyak yang lebih dari itu. Negara berkembang seperti India juga cukup masif, 10%. Di Asia Tenggara, Indonesia memang tertinggal. Jumlah investor ritel yang 300.000 sampai 400.000 itu lebih sedikit dari 0,1% atau 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya.

Sementara dari sisi distribusi, jumlah investor ritel domestik juga tidak merata yakni 70% hingga 80% investor domestik tersebar di Pulau Jawa. Dia menyatakan, tingkat sosialisasi pasar modal yang tidak sampai pada tingkat yang diinginkan, harus menjadi perhatian utama.

“Pasar modal dengan peraturan, infrastruktur sebagus apapun kalau tidak diminati investor lokal maka akan agak susah untuk mengembangkan,” tukas Fahri.

Menurut dia, selama ini tidak ada formula yang ampuh untuk mengembangkan pasar modal agar menarik bagi investor domestik. Oleh sebab itu, kata dia, harus segera disusun dan diluncurkan sebuah solusi yang ampuh agar pasar modal di Indonesia bisa berkembang.

“Belum ada magic formula. Program yang kita canangkan merumuskan buat gongnya dan selesaikan semua masalah itu tidak ada. Perlu dilakukan secara masif, terus menerus dan tidak henti di berbagai media,” tutup Fahri. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More

6 mins ago

Bantah Terkait Dugaan Kasus Pidana Pasar Modal, Berikut Klarifikasi Lengkap BUVA

Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More

15 mins ago

Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Celios: Dari Mana Sumber Pertumbuhannya?

Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More

38 mins ago

Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan DJA, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

4 hours ago

Premi ACA 2025 Tumbuh 17 Persen di Tengah Perlambatan Industri

Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More

5 hours ago