Pasar Modal Peduli
Poin Penting
Jakarta – Pasar Modal Indonesia berhasil menghimpun dana Rp3,95 miliar yang dialokasikan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra.
Dana tersebut akan disalurkan melalui tiga lembaga mitra, yakni Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation, yang bergerak di bidang pendidikan, kemanusiaan, serta penguatan nilai toleransi
Pasar Modal Peduli dirancang sebagai wadah kolaboratif Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan melibatkan perusahaan tercatat, anggota bursa, dan pelaku pasar modal lainnya.
Baca juga: FTSE Russell Tunda Review Indeks RI, Apa Dampaknya ke Pasar Modal?
“Rangkaian kegiatan corporate social responsibility (CSR) ini menjadi representasi komitmen bersama bahwa pertumbuhan dan keberlanjutan pasar modal harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Kautsar Primadi, Sektetaris Perusahaan BEI, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia bilang, dana yang terkumpul difokuskan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Barat.
“Program pemulihan mencakup perbaikan infrastruktur vital, seperti pembangunan dan reaktivasi masjid, meunasah, dan dayah di Aceh bersama Wahid Foundation,” jelasnya.
Baca juga: OJK Catat Denda Pasar Modal Rp542,49 Miliar sejak 2022, Ini Rinciannya
Selain itu, pembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan dilakukan bersama BenihBaik.com untuk memastikan akses air bersih dan fasilitas belajar yang layak.
Sementara itu, Sahabat Pedalaman berperan dalam pembangunan jembatan, sumur bor, dan fasilitas sanitasi guna memulihkan konektivitas wilayah serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat terdampak.
Inisiatif Pasar Modal Peduli mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi ekosistem pasar modal nasional. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi diarahkan untuk membangun kembali fondasi kehidupan masyarakat, mulai dari akses air bersih, sanitasi, konektivitas antarwilayah, hingga penguatan fungsi sosial dan pendidikan.
Melalui sinergi tersebut, pasar modal Indonesia menegaskan perannya bukan semata sebagai motor penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga sebagai bagian dari solusi sosial yang inklusif dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More