Market Update

Pasar Masih Wait and See, IHSG Ditutup Terkoreksi 0,42 Persen

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup terkoreksi ke zona merah pada level 6.933 atau melemah 0,42 persen dari dibuka pada level 6.963 pada pembukaan perdagangan hari ini (12/9). 

Pilarmas Investindo Sekuritas, melihat bahwa pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi oleh bursa global yang bergerak variatif, dimana pasar cenderung bersikap wait and see untuk menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) pada pekan ini sebagai petunjuk pergerakan suku bunga The Fed.

Baca juga: Jumlah Investor Pasar Modal di Indonesia Masih Sedikit, BEI Ungkap Penyebabnya

Dalam hal ini, data inflasi AS diperkirakan akan naik ke level 3,6 persen yoy atau naik dibandingkan dengan inflasi pada bulan Juli yang sebesar 3,2 persen yoy. Meskipun mengalami peningkatan, inflasi inti diprediksi mengalami penurunan ke level 4,3 persen yoy daripada bulan Juli yang sebesar 4,7 persen yoy.

“Oleh karenanya, apabila terjadi penurunan inflasi inti, pasar berspekulasi bahwa suku bunga acuan The Fed pada bulan September tidak akan dinaikkan,” tulis manajemen dalam closing review di Jakarta, 12 September 2023.

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 286 saham terkoreksi, 245 saham menguat, dan 222 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 23,32 miliar saham diperdagangkan dengan 1,22 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,69 triliun. 

Kemudian, seluruh indeks kompak mengalami pelemahan seperti IDX30 melemah 0,34 persen menjadi 496,12, LQ45 melemah 0,40 persen menjadi 954,90, JII melemah 0,17 persen menjadi 559,55, dan Sri-Kehati melemah sebesar 0,54 persen menjadi 439,54.

Lalu, hanya dua sektor yang mengalami penguatan, diantaranya adalah sektor bahan baku menguat 0,74 persen dan sektor industrial menguat 0,01 persen.

Baca juga: Bos OJK Beberkan Kunci Pengembangan Pasar Modal Indonesia

Sementara itu, sektor lainnya mengalami pelemahan, diantaranya adalah sektor kesehatan melemah 0,79 persen, sektor keuangan melemah 0,66 persen, sektor siklikal melemah 0,44 persen, sektor energi melemah 0,43 persen, sektor transportasi melemah 0,37 persen, sektor infrastruktur melemah 0,17 persen, sektor properti melemah 0,07 persen, sektor teknologi melemah 0,06 persen, dan sektor non-siklikal melemah 0,04 persen.

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Telefast Indonesia Indah Tbk (TFAS), PT Bintang Mitra SemestarayaTbk (BMSR), dan PT Golden Flower Tbk (POLU). Sedangkan saham top losers adalah PT Indospring Tbk (INDS), PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR), dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI), dan PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJu). (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

9 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

10 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

14 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

14 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

18 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

20 hours ago