Moneter dan Fiskal

Pasar Global Tak Lagi Yakini Dolar AS, Sri Mulyani Ungkap Alasannya

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa status dolar Amerika Serikat (AS) yang dianggap sebagai aset aman atau safe haven bagi pelaku pasar mulai luntur.

Sri Mulyani menjelaskan, tekanan di pasar keuangan yang tinggi memang bukan hal baru. Namun, belakangan ini indeks dolar AS (DXY) melemah, di tengah naiknya volatility index (VIX Index).

“US Treasury (UST) baik yang 2 tahun maupun 10 tahun agak melemah karena dia dianggap safe haven tapi dolar indeksnya juga melemah. Jadi kepercayaan 100 persen terhadap dolar juga mulai menurun,” ujar Sri Mulyani dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI, Selasa, 8 April 2025.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Perdagangan Global saat Ini Tak Kenal Kawan dan Lawan

Menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS, menurut Sri Mulyani, dipicu oleh kekhawatiran meningkatnya kemungkinan AS masuk jurang resesi. Dua bank besar, JP Morgan dan Goldman Sachs, bahkan menyatakan bahwa probabilitas resesi AS meningkat menjadi 60 persen, dibanding sebelumnya yang masih di bawah 50 persen.

“Ini menggambarkan suasananya alarmnya mulai berbunyi jadi kita harus juga tetap hati-hati, tanpa panik,” paparnya.

Baca juga: Bank-bank Besar Patok Dolar AS Hampir Rp17.000, Cek Daftarnya!

Sri Mulyani memperkirakan harga komoditas akan menurun seiring dengan turunnya permintaan global jika resesi benar terjadi. Ia mencontohkan harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran USD 64–65 per barel, jauh di bawah asumsi APBN 2025 yang menggunakan patokan harga USD 80 per barel.

“Jadi ini berarti nanti subsidi lebih rendah. Semoga kita tetap jaga ini juga membuat APBN kita menjadi relatively berkurang tekanannya, meskipun nilai tukar kita agak di atas dari asumsi,” tandasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BNI Tawarkan Diskon Belanja Ramadhan hingga Rp70.000 di Berbagai Ritel Modern

Poin Penting BNI menghadirkan promo “Ramadan Berlomba Kebaikan Bersama BNI” dengan diskon belanja hingga Rp70.000.… Read More

37 mins ago

Sompo Indonesia Hadirkan Asuransi Mudik, Premi Mulai Rp15 Ribu

Poin Penting Sompo Indonesia mengingatkan perjalanan mudik Idulfitri memiliki berbagai risiko, sehingga perlu perlindungan sejak… Read More

1 hour ago

Angkot Puncak Bogor Libur 5 Hari saat Lebaran, Kompensasi Rp1 Juta Disalurkan via Bank BJB

Poin Penting Pemprov Jabar menghentikan operasional angkot di jalur Puncak selama lima hari pada periode… Read More

1 hour ago

8,12 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

Poin Penting Hingga 15 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, DJP mencatat 8.125.023 SPT Tahunan PPh… Read More

2 hours ago

AirAsia Indonesia Kantongi Pendapatan Rp7,87 Triliun, Rugi Terpangkas 15 Persen

Point Penting Pendapatan 2025 capai Rp7,87 triliun, sementara kerugian berhasil ditekan 15 persen dibandingkan tahun… Read More

2 hours ago

Jasamarga Trans Jawa Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Lebaran 2026

Poin Penting PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas… Read More

2 hours ago