Infobank
Jakarta – Panin Asset Management umumkan peluncuran perdana Reksa Dana Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh. Hal ini sejalan dengan semakin maraknya kebutuhan akan pendanaan infrastruktur di Indonesia.
Direktur Panin Asset Management, Ridwan Soetedja mengatakan, Panin Aset Management mengamati bahwa pembangunan infrastuktur di seluruh Indonesia pada masa pemerintahan seakarang ini eksekusinya sangat baik, sehingga Panin Aset Management berkeyakinan bahwa investasi pada sektor infrastruktur akan memberikan prospek jangka panjang yang bagus.
“Dengan terbagunnya infrastuktur maka akan banyak sekali dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk itu kami berpendapat bahwa saat ini waktu yang tepat untuk meluncurkan suatu produk yang bertema infrastuktur. Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia dapat turut menikmati dampak ekonomi yang positif dari pembangunan Infrastuktur melalui Investasi pada Reksa Dana Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh” jelas Ridwan.
Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh merupakan reksadana yang berinvestasi pada sektor infrastruktur dan sektor pendukung infrastruktur. Definisi sektor infrastruktur dan pendukungnya adalah termasuk namun tidak terbatas diantaranya pada sektor konstruksi, semen, properti dan keuangan.
Penempatan investasi Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh akan dilakukan minimum 80% pada efek bersifat ekuitas. Ketentuan minimum transaksi pun dibuat terjangkau bagi para nasabah yaitu mulai dari Rp100 ribu untuk pembukaan rekening pertama kali dan transaksi pembelian selanjutnya. Sedangkan untuk transaksi investasi berkala (autodebet) dimulai dari Rp250 ribu per bulan. (*)
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More