Jakarta–Permodalan menjadi kekuatan utama bagi perbankan. Modal yang besar akan menguatkan perusahaan dalam melakukan ekspansi bisnis. Hal ini yang akan dilakukan Panin Dubai Syariah Bank, menguatkan permodalan melalui rights issue.
Denny Hendrawati, Direktur Utama perusahaan, mengatakan, pihaknya sudah mempertimbangkan untuk melakukan penerbitan saham baru senilai Rp1 triliun pada semester kedua tahun depan. Menurutnya, besaran nilai ini masih bisa berubah karena masih dalam pembahasan.
Dia melanjutkan, penerbitan saham baru ini direncanakan karena dukungan dari para pemegang saham yang sudah memberikan lampu hijau. Tidak hanya pemegang saham dari pihak Panin, pihak Dubai juga sudah komitmen untuk memperkuat permodalan perusahaan.
“Semua pemegang saham sudah komit untuk memperkuat permodalan yang kami miliki. Porsinya untuk Panin dan Dubai masih belum dipastikan. Mereka mendapat kesempatan yang sama dari rights issue nanti,” jelasnya sesaat setelah Acara Indonesia Banking Human Capital yang digelar Infobank bersama Perbanas di Jakarta, hari ini.
(Baca juga : Infobank-Perbanas Gelar Konferensi SDM Perbankan)
Saat ini, modal yang dimiliki perusahaan sudah lebih dari Rp1 triliun. Dengan modal yang besar itu, perusahaan mampu menjaga CAR di kisaran 19-20%. Nantinya, dengan ada suntikan dana baru, perusahaan akan semakin menguatkan posisinya di industri perbankan nasional.
Deny melanjutkan, pihaknya juga belum ada keinginan untuk menerbitkan sukuk. Pasalnya, permodalan yang dimilikinya saat ini masih cukup kuat untuk menjalankan bisnis. (*) Indra Haryono
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More