Mirza Adttyaswara; Mendorong instrumen keuangan syariah. (Foto: Erman Subekti).
Surabaya – Pasar modal syariah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Penerbitan sukuk negara telah menunjukkan peningkatan dalam setiap tahunnya dengan tenor yang semakin bervariasi.
Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityswara di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 28 Oktober 2015. Menurutnya, hal ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan minat investasi bagi kalangan investor.
Sejalan dengan perkembangan pasar keuangan syariah, sektor korporasi juga telah tertarik dalam penerbitan sukuk. Issuance sukuk terakhir oleh salah satu perusahaan BUMN telah dilakukan PT. Garuda Indonesia dengan besar penerbitan US$2 miliar.
Saat ini, pelaku yang dominan di pasar Sukuk Indonesia masih ditempati pemerintah dengan variasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) seperti Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPN-S), Sukuk Negara Indonesia (SNI), Sukuk Ritel (SR), Project Based Sukuk (PBS), Islamic Fixed Rate Sukuk (IFR), Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI), dll.
Sedangkan berdasarkan catatannya, sampai dengan September 2015, total penerbitan SBSN tercatat Rp369 triliun dengan total outstanding SBSN sebesar Rp288,5 triliun yang terdiri dari Rp256 triliun SBSN yang tradable dan Rp32 triliun SBSN yang non-tradable.
Secara khusus, kata dia, total outstanding SPN-S adalah Rp8,84 triliun, PBS sebesar Rp41,6 triliun dan SR senilai Rp21,97 triliun. Sementara itu, SDHI masih belum besar yakni hanya sebesar Rp3 triliun dan SNI juga baru Rp26,4 triliun. “Meski demikian, dengan capaian ini, SBSN telah menguasai kurang lebih 12.5% pangsa pasar surat utang negara,” ujar Mirza.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa di level internasional, sukuk juga merupakan instrumen yang perkembangannya sangat pesat terutama di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dan beberapa negara maju seperti Malaysia. Malaysia sendiri merupakan salah satu pelaku pasar sukuk terbesar di dunia dengan total outstanding sukuk USD16,34 miliar (2014) atau menguasai 13,98% pangsa Sukuk dunia, diikuti Indonesia dengan total outstanding Sukuk sebesar USD5,78 miliar (2014) atau menguasai 4,95% pangsa pasar Sukuk dunia.
Sedangkan di negara-negara timur tengah, Uni Emirat Arab (UEA) adalah penerbit Sukuk terbesar di dunia dengan nilai total outstanding Sukuk USD45,98 miliar atau menguasai 39,35% pangsa pasar Sukuk global diikuti Saudi Arabia dengan nilai USD21,54 miliar atau 18,43% pangsa pasar.
“Total Sukuk global telah mencapai USD668 miliar (2014) dan diharapkan terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra
PT Bank KB Bukopin Syariah (KB Bank Syariah) menggelar berbagai rangkaian acara untuk mengenalkan kantor… Read More
Poin Penting BSN tetap menjadikan pembiayaan perumahan sebagai core bisnis di tengah ketidakpastian global Pada… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951,01, namun mayoritas indeks domestik masih… Read More
Poin Penting Investasi emas BPKH masih terbatas karena belum adanya pasar emas korporasi di Indonesia,… Read More
Poin Penting IHSG melemah pekan ini sebesar 1,37 persen ke level 8.951,01, seiring turunnya kapitalisasi pasar… Read More
Poin Penting IHSG melemah 1,37 persen persen pada pekan 19–23 Januari 2026 ke level 8.951,01, seiring kapitalisasi… Read More