Internasional

Pangkas Anggaran, Presiden AS Donald Trump PHK 2.000 Staf USAID di Seluruh Dunia

Jakarta – Pemerintahan Trump mengumumkan telah merumahkan seluruh staf di Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) di seluruh dunia dan menghapus 2.000 posisi staf yang berbasis di AS, Minggu, 23 Februari 2025.

Langkah kontroversial tersebut merupakan salah satu kebijakan yang diambil oleh Presiden Donald Trump dan sekutunya, Elon Musk, dalam upaya memangkas anggaran.

Keduanya menyatakan, tujuan pemangkasan badan bantuan dan pembangunan yang telah berusia enam dekade itu adalah bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mengurangi ukuran pemerintah federal.

Persetujuan Pengadilan

Diketahui, langkah tersebut diambil setelah seorang hakim federal pada Jumat, 21 Februari 2025, mengizinkan pemerintah untuk melanjutkan rencananya memberhentikan ribuan staf USAID di AS dan di seluruh dunia.

Baca juga : Trump Bakal Pangkas Anggaran Pertahanan 8 Persen, Ini Alasannya

Hakim Distrik AS, Carl Nichols menolak permohonan gugatan dari para karyawan untuk memblokir sementara rencana pemerintahan tersebut.

Pemberitahuan kepada Staf USAID

“Mulai pukul 11.59 malam EST pada hari Minggu, 23 Februari 2025, semua personel yang direkrut langsung oleh USAID, dengan pengecualian personel yang ditunjuk dan bertanggung jawab atas fungsi-fungsi penting, kepemimpinan inti dan/atau program yang ditunjuk secara khusus, akan ditempatkan dalam cuti administratif secara global,” demikian menurut pemberitahuan yang dikirim ke para pekerja USAID dinukil VOA Indonesia, Senin, 24 Februari 2025.

Adapun langkah pemangkasan tenaga kerja dengan menghapus posisi 2.000 staf dimulai di AS.

Rencana USAID ke Depan

Wakil USAID Pete Marocco mengungkapkan, pihaknya telah merencanakan untuk mempertahankan sekitar 600 staf, yang sebagian besar berbasis di AS, untuk sementara waktu. Sebagian staf tersebut akan bertugas mengatur perjalanan staf dan keluarga USAID yang berada di luar negeri.

Baca juga : Sri Mulyani: Belanja Negara Tidak Dipangkas, Hanya Refocussing Anggaran

USAID dan Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan komentar.

Dampak dan Kontroversi Lebih Lanjut

Langkah tersebut semakin mendorong upaya pembubaran USAID, termasuk penutupan kantor pusat di Washington dan ribuan program bantuan serta pembangunan di seluruh dunia. Tindakan ini diambil menyusul upaya pemerintah untuk membekukan semua bantuan luar negeri.

Trump dan Musk berpendapat bahwa pekerjaan USAID merupakan pemborosan dan hanya mendorong agenda liberal.

Tantangan Hukum dari Berbagai Pihak

Sementara itu, serikat pekerja pemerintah, kontraktor USAID, dan pihak-pihak lain mengajukan tuntutan hukum.

Mereka berargumen bahwa pemerintah tidak memiliki wewenang konstitusional untuk menghapus badan independen atau program-program yang didanai oleh kongres tanpa persetujuan anggota kongres. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

6 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

6 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

6 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

7 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

8 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

8 hours ago