Market Update

Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid

Poin Penting

  • BPI Danantara menyatakan siap berinvestasi di pasar saham Indonesia dan telah aktif membeli saham sejak akhir 2025, dengan investasi dilakukan setiap hari
  • Investasi menyasar emiten BUMN dan swasta dengan seleksi berbasis fundamental kuat, valuasi menarik, arus kas sehat, serta likuiditas yang baik
  • Danantara berencana menjadi pemegang saham BEI dan mendukung penguatan pasar modal, dengan mencontoh model demutualisasi seperti di Hong Kong dan India.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia. Danantara sendiri telah berinvestasi ke emiten-emiten pasar saham Indonesia sejak akhir 2025.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir menyatakan bahwa pihaknya berinvestasi setiap hari ke pasar saham Indonesia. Meskipun ia enggan untuk menyebutkan nilai nominalnya, ia menegaskan bila pihaknya juga sudah menyiapkan dana untuk investasi tersebut.

“Sudah (dana disiapkan), tapi tidak bakal disebut. Karena, bisa nanti dianggap market distortion dan hal-hal yang lain. Tapi, kita investasi setiap hari (ke pasar saham),” ujar Pandu pasca menghadiri acara China Conference Southeast Asia 2026 di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Baca juga: Masuk BEI, Danantara Dinilai Bisa Jadi Market Balancer 

Beli Saham Emiten BUMN dan Swasta

Lebih lanjut, Pandu mengungkapkan tak hanya berinvestasi di emiten-emiten BUMN, Danantara juga berinvestasi ke emiten-emiten swasta dengan faktor fundamental menjadi landasan investasi.

“Jadi, kita tuh tidak pilih-pilih gitu. Kita lihat saham fundamental, bukan berarti hanya saham BUMN. Saham perusahaan-perusahaan private (swasta) juga kan banyak yang bagus-bagus. Kita harus lihat mereka juga,” tekannya.

Dalam diskusi China Conference Southeast Asia 2026, Pandu membeberkan rencana besar Danantara untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Rencana ini sebagai bentuk dukungan Danantara kepada regulator dalam mendorong kinerja pasar modal.

Danantara Jadi Pemegang Saham BEI

Pandu pun sempat menyinggung rencana Danantara menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia mengatakan, Danantara ingin mencontoh kesuksesan Hong Kong dan India dalam demutualisasi.

“Kita harus belajar dari apa yang telah dilakukan India. Kita juga harus belajar dari Hong Kong. Hong Kong, dalam arti tertentu, adalah kakak laki-laki atau kakak perempuan kita,” ucap Pandu.

Baca juga: Setelah MSCI, Kini Giliran FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham RI

Sebelumnya, Pandu pernah mengungkapkan sejumlah kriteria saham yang dibeli oleh Danantara. Dia menegaskan, saham yang dibeli harus memiliki fundamental yang baik, dengan valuasi, arus kas (cash flow), dan likuiditas baik.

“Kita melakukan aktivitas, aktif membeli saham-saham yang kami bilang memiliki valuasi yang menarik, perusahaan yang baik, dengan cash flow yang baik, dan juga dengan fundamental dan likuiditas yang baik,” sebut Pandu di Gedung BEI Jakarta, Senin (2/2). (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More

10 hours ago

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

10 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Nilai Impor Minyak AS Jadi Opsi Mitigasi

Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More

10 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

10 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

12 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

13 hours ago