Ilustrasi pengusaha di era digital/istimewa
Jakarta — Pandemi Covid-19 bisa jadi momentum bagi para pengusaha dan pekerja untuk meningkatkan kemampuan dan kapabilitas. Saat diundang oleh Satgas Covid, Renno Reymond Okto Z, Praktisi dan Dosen Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) mengungkapkan, bisnis yang sedang lesu menjadi momen yang tepat bagi pengusaha dan pekerja untuk berefleksi menjadi lebih baik lagi.
“Untuk pekerja, ini adalah saatnya kita upgrade skill dan meningkatkan kemampuan diri. Dari sisi pengusaha, ini adalah saat untuk kita berefleksi. Apa yang harus kita invest dan perbaiki dari bisnis kita?” ujar Renno pada talkshow yang disiarkan secara virtual melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa, 1 Desember 2020.
Lebih jauh, Renno menjelaskan, pengusaha perlu berefleksi dan meninjau kekuatan bisnisnya untuk melakukan penyesuaian pada saat pandemi. Untuk melakukan pivot bisnis, pengusaha perlu memikirkan matang-matang kapabilitas dan kekuatan usahanya, sehingga dapat memunculkan ide-ide kreatif yang tidak melebihi kemampuan perusahaan.
Sedangkan, pekerja dapat mempelajari konten-konten digital baru selama pandemi untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Dengan bekal kemampuan yang mumpuni, pekerja-pekerja yang terdampak pandemi dapat bertahan dan bahkan mendapat kesempatan yang lebih baik ketika situasi perekonomian sudah kembali normal. (*) Evan Yulian Philaret
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More