Moneter dan Fiskal

Pandemi Hingga Geopolitik Masih jadi Tantangan Perekonomian 2024

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sejumlah tantangan kebijakan ekonomi makro di 2024 sebagai acuan dalam menyusun kebijakan fiskal. Pandemi Covid-19 menjadi tantangan global yang merubah arah dari kebijakan fiskal di seluruh negara dan menghentikan seluruh kegiatan ekonomi.

“Kita lihat proses penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi tidak berjalan secara mudah, ditambah dengan munculnya sebuah dinamika risiko baru yaitu suasana geopolitik yang berubah,” katanya dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2023, Kamis, 6 April 2023.

Terjadinya perang Rusia-Ukraina di Februari 2022 menambah tantangan ekonomi global. Dalam perjalanannya, hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China juga makin memanas.

“Kita juga melihat kemudian konstelasi geopolitik menjadi makin mengeras antara AS dengan RRT. Kenapa ini penting, karena ini bukan masalah politik, ini bukan masalah militer, ini menjadi masalah geoekonomi,” katanya.

Sehingga membuat banyak keputusan di level ekonomi dan perusahaan sangat dipengaruhi oleh konstelasi tersebut. Misalnya, seperti saat ini AS tengah mengusulkan regulasi Inflation Reduction Act (IRA), yang berpotensi mempertajam kompetisi subsidi terkait green economy termasuk dengan Eropa, dapat menjadi ancaman bagi negara dengan keterbatasan modal dan teknologi hijau termasuk Indonesia.

“Konten dari legislasi itu adalah sangat jelas untuk melakukan deglobalisasi, mengembalikan semua investasi ke AS sehingga AS tidak tergantung kepada negara seperti RRT yang selama ini hubungan perdagangan dan investasi sangat luar biasa,” jelasnya.

Dia mengatakan, ketegangan dua raksasa ekonomi ini sangat mempengaruhi arus modal bergerak, karena tidak lagi ditetapkan oleh insentif ekonomi namun juga insentif dari sisi kemananan.

“Konstelasi untuk menarik investasi di dalam geopolitik harus diperhatikan karena ini fakta yang harus dihadapi. Dengan situasi ini maka seluruh perhitungan terhadap ketidakpastian menjadi berubah, geopolitik menjadi dominan,” pungkas Menkeu. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

9 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

9 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

9 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

10 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

11 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

11 hours ago