News Update

Pandemi Covid-19, Kepercayaan Menabung di Bank Masih Tinggi

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan kepercayaan masyarakat terhadap menabung di perbankan masih kuat meskipun adanya dampak pelemahan ekonomi akibat pandemi virus corona (COVID-19).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dalam rapat kerja virtual bersama dengan Komisi XI DPR (6/4). Halim menjelaskan, berdasarkan data hingga saat ini tingkat penjaminan LPS terpantau stabil.

“Sejauh ini tingkat kepercayaan masyarakat untuk menabung di bank dari beberapa indikator masih cukup tinggi selain tercermin dari cakupan penjaminan dari 99,1%,” jelas Halim di Jakarta, Senin 6 April 2020.

LPS, kata dia, telah menjamin jumlah rekening sebesar 99,91% dari total rekening atau setara dengan 304 juta rekening. Sementara secara nominal jumlah simpanan yang dijamin mencapai 56,5% dengan rata-rata nilai DPK di atas Rp2 miliar.

“Konteks data bank sebagai peserta penjaminan sekarang ada 110 bank umum bank peserta bank penjaminan dan 1.700 BPR,” tambah Halim.

Menurutnya, sejak awal berdiri hingga saat ini LPS telah melikuidasi 102 bank, salah satunya bank umum. Ia menyebut, dengan kemampuan aset keuangan Rp127 triliun diperkirakan masih mampu menyelesaikan permasalahan 1 bank besar, 1 bank menengah, dan 5 bank perkreditan rakyat dalam kondisi normal.

Sebagai informasi saja, berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia (BI) jumlah Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Februari 2020 tercatat sebesar Rp5.806,9 triliun, atau masih tumbuh 7,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,6% (yoy).

Peningkatan DPK pada Februari 2020 didorong oleh kenaikan seluruh jenis simpanannya baik giro, tabungan, maupun simpanan berjangka. Berdasarkan golongan nasabah, peningkatan DPK terjadi baik pada golongan nasabah perorangan maupun korporasi. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

3 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

3 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

4 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

8 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

17 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

17 hours ago