Internasional

Pakistan dan Iran Sepakat Redakan Ketegangan Setelah Saling Balas Serangan, Ternyata Ini Alasannya!

Jakarta – Pakistan dan Iran telah sepakat untuk ‘meredakan’ ketegangan setelah kedua negara di Timur Tengah ini saling serang dengan mengirimkan rudal dan pesawat tak berawak, pada pekan ini.

Menteri Luar Negeri Pakistan Jalil Abbas Jilani dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian sendiri sudah berbicara melalui sambungan telepon pada hari Jumat (19/1) perihal ketegangan perang kedua negara.

“Kedua menteri luar negeri sepakat bahwa kerja sama tingkat kerja dan koordinasi yang erat dalam pemberantasan terorisme dan aspek-aspek lain yang menjadi perhatian bersama harus diperkuat. Mereka juga sepakat untuk meredakan situasi,” kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan, dinukil Al Jazeera, 21 Januari 2024.

Termasuk juga membahas kembalinya duta besar kedua negara ke ibu kota masing-masing negara. Sebelumnya, Pakistan menarik duta besarnya dari Teheran dan mengatakan kepada utusan Iran kunjungan pulangnya untuk melarang kembali ke Islamabad.

Baca juga: Gegara Ini, Pakistan-Iran jadi Saling Serang

Sebagaimana diketahui, Pada Selasa pekan ini, Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kelompok bersenjata Jaish al-Adl di provinsi perbatasan barat daya Pakistan, Balochistan. Pakistan pada gilirannya menyerang sasaran kelompok bersenjata di Iran pada hari Kamis.

Hubungan diplomatik

Pada hari Jumat (19/1), Perdana Menteri Sementara Pakistan Anwaar-ul-Haq Kakar mengadakan pertemuan Komite Keamanan Nasional, yang dihadiri oleh semua kepala dinas militer, untuk membahas krisis saat ini.

Kakar mempersingkat kunjungannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan terbang pulang setelah serangan pada hari Kamis.

Menurut pernyataan dari kantor Perdana Menteri, tinjauan keamanan nasional pada hari Jumat menyimpulkan bahwa kedua negara akan mampu mengatasi gangguan kecil melalui dialog dan diplomasi dan membuka jalan untuk lebih memperdalam hubungan bersejarah mereka,

Namun, perjanjian tersebut juga memutuskan bahwa setiap upaya untuk memasuki wilayah Pakistan akan ditanggapi dengan kekuatan penuh dari negara.

Mereka mendesak Iran untuk menggunakan saluran komunikasi yang ada untuk mengatasi masalah keamanan.

Kakar juga mengatakan pada rapat kabinet setelah ketegangan keamanan bahwa kepentingan kedua negara adalah kembali menjalin hubungan ketika mereka menghadapi serangan Iran.

Baca juga: Makin Memanas! Begini Rekam Jejak Konflik Pakistan-Iran

Pada hari Kamis (18/1), Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya berkomitmen terhadap hubungan bertetangga yang baik dengan Pakistan tetapi meminta Islamabad untuk mencegah pendirian “pangkalan teroris” di wilayahnya.

Pakistan mengeluarkan pernyataan serupa dengan Kementerian Luar Negerinya yang mengatakan bahwa satu-satunya alasan mereka melakukan serangan balasan adalah demi kepentingan keamanan dan nasional Pakistan sendiri, yang merupakan hal terpenting dan tidak dapat dikompromikan.

Adapun Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua negara untuk menahan diri secara maksimal untuk menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut.

Guterres menggarisbawahi bahwa semua masalah keamanan antara kedua negara harus ditangani dengan cara damai melalui dialog dan kerja sama sesuai dengan prinsip kedaulatan, integritas wilayah, dan hubungan bertetangga yang baik. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

41 mins ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

1 hour ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

2 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

3 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

3 hours ago