Nasional

Pakar Nilai Langkah Prabowo Mediasi AS–Iran Tak Mudah, Ini Tantangannya

Poin Penting

  • Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri menjadi mediator konflik Amerika Serikat–Iran, dinilai sejalan amanat UUD 1945 dan komitmen perdamaian dunia.
  • Indonesia punya rekam jejak mediasi, termasuk saat dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011.
  • Tantangan: perlu persetujuan semua pihak, termasuk Israel, serta pembuktian netralitas Indonesia.

Jakarta – Niatan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi mediator memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai sejalan dengan amanat konstitusi dan rekam jejak Indonesia dalam memediasi konflik internasional.

Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, mengatakan gagasan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Ide ini juga menunjukkan harapan Presiden Prabowo untuk membagikan pengalaman terbaik RI dalam menengahi konflik, sebagaimana telah dipraktikkan di masa lalu,” ujar Reza dikutip Antara, Minggu, 1 Maret 2026.

Meski demikian, Reza mengingatkan bahwa upaya mediasi tidak akan mudah. Menurut dia, langkah tersebut memerlukan persetujuan dari seluruh pihak yang bertikai, termasuk AS, Iran, dan Israel.

Baca juga: Trump Deklarasi Perang Besar di Iran, Ini Potensi Dampaknya ke Ekonomi RI

Ia menuturkan Indonesia memiliki pengalaman memediasi konflik internal di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti di Thailand selatan dan Filipina selatan. 

Selain itu, Indonesia juga pernah mempertemukan Thailand dan Kamboja saat menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2011 di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, untuk mempertemukan Iran dengan AS dan Israel dalam satu meja perundingan, Indonesia perlu terlebih dahulu meyakinkan seluruh pihak mengenai netralitas dan objektivitasnya sebagai mediator.

Reza menilai frekuensi pertemuan, konsultasi, dan hubungan perdagangan Indonesia dengan AS saat ini lebih tinggi dibandingkan interaksi Indonesia dengan Iran. Selain itu, Iran belum tentu menghendaki kehadiran Israel dalam forum perundingan.

Di sisi lain, Indonesia juga tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses mediasi.

“Karena itu, Indonesia perlu memiliki peta jalan untuk setiap tahapan perundingan yang menggambarkan pemahaman mendalam atas krisis serta sasaran yang ingin dicapai,” kata Reza.

Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Picu Volatilitas IHSG, Analis Ingatkan Hal Ini ke Investor

Sebelumnya, merespons serangkaian serangan berskala besar AS dan Israel terhadap Iran, pemerintah Indonesia menyerukan penghentian segera permusuhan dan menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kembali kondusivitas kawasan.

Melalui pernyataan resmi di platform X, Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan Presiden Prabowo bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi apabila disetujui oleh pihak-pihak yang bertikai.

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

14 hours ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

24 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

1 day ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

1 day ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

1 day ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

1 day ago