Ekonomi dan Bisnis

Pacu Pertumbuhan Bisnis, Blibli Lakukan Hal Ini

Jakarta – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibl gencar melakukan prioritas bisnis dalam rangka memacu pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini penting dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Membership & Loyalty Blibli, Fanky Mulia mengungkapkan, prioritas bisnis salah satunya berhubungan dengan efisiensi anggaran (cost-efficiency). 

“Kalau dari sisi cost-efficiency (efisiensi anggaran) mungkin kita menyebutnya scalable investment (investasi yang terukur). Sebab analogi cost-efficiency itu biaya lebih sedikit jadi lebih baik,” katanya dalam acara Growth Summit 2025, di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025. 

Baca juga : Bangun Layanan Terintegrasi, Blibli Tiket Penuhi 90 Persen Kebutuhan Masyarakat RI

“Misalnya contoh ruang kerja AC-nya nyala sebentar lebih baik. Tapi ternyata kalau kita telaah lebih panjang itu orang yang kepanasan itu tingkat produktivitasnya menurun. Jadi kenapa kita sebutnya scalable investment,” ujarnya.

Menurutnya, pada menjangkau pemilihan channel by user apabila ada channel yang lebih efisien maka bisa digunakan. Sebaliknya, apabila tidak ada channel yang lebih efisien maka dengan investasi yang lebih besar pun tak menjadi persoalan.

Baca juga : Bank Neo Commerce Cetak Laba Bersih Rp276,05 Miliar di Semester I 2025

“Selama kita masih justifikasi untuk return on investment tersebut, sehingga nanti pada saat kondisi ekonominya sudah membaik, market sudah membesar dengan sendirinya untuk segmen-segment potensial,” bebernya.

Tak hanya membangun prioritas layanan, Blibli juga membangun ekosistem terpadu Blibli Tiket. Ekosistem yang telah terbangun sejak 2024 itu mengandeng agen perjalanan daring (OTA) Tiket.com, serta jaringan retail modern Ranch Market.

Ekosistem ini telah memenuhi 90 persen kebutuhan masyarakat Indonesia melalui kanal daring maupun luring. Selain itu, kolaborasi ketiga perusahaan itu menjadi satu dalam ekosistem yang ada melalui format omnichannel demi memudahkan hidup masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Tangkap Potensi IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel

Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More

9 mins ago

Dalam 5 Tahun, Setoran Zakat BSI Tembus Rp1,07 Triliun

Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More

10 hours ago

Bank Sinarmas Ajak Nasabah Menabung Sekaligus Donasi Sosial lewat Tabungan Simas Share

Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More

13 hours ago

Tingkatkan Nilai Tambah, Alfamart Gandeng Layar Digi Hadirkan Bioskop Mini

Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More

13 hours ago

BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T

Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More

13 hours ago

Prabowo Gaspol Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan, Ini Sasarannya

Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More

13 hours ago