Membership & Loyalty Blibli, Fanky Mulia, dalam acara Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025. (Foto: Zaenal Abdurrani)
Jakarta – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibl gencar melakukan prioritas bisnis dalam rangka memacu pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini penting dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Membership & Loyalty Blibli, Fanky Mulia mengungkapkan, prioritas bisnis salah satunya berhubungan dengan efisiensi anggaran (cost-efficiency).
“Kalau dari sisi cost-efficiency (efisiensi anggaran) mungkin kita menyebutnya scalable investment (investasi yang terukur). Sebab analogi cost-efficiency itu biaya lebih sedikit jadi lebih baik,” katanya dalam acara Growth Summit 2025, di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.
Baca juga : Bangun Layanan Terintegrasi, Blibli Tiket Penuhi 90 Persen Kebutuhan Masyarakat RI
“Misalnya contoh ruang kerja AC-nya nyala sebentar lebih baik. Tapi ternyata kalau kita telaah lebih panjang itu orang yang kepanasan itu tingkat produktivitasnya menurun. Jadi kenapa kita sebutnya scalable investment,” ujarnya.
Menurutnya, pada menjangkau pemilihan channel by user apabila ada channel yang lebih efisien maka bisa digunakan. Sebaliknya, apabila tidak ada channel yang lebih efisien maka dengan investasi yang lebih besar pun tak menjadi persoalan.
Baca juga : Bank Neo Commerce Cetak Laba Bersih Rp276,05 Miliar di Semester I 2025
“Selama kita masih justifikasi untuk return on investment tersebut, sehingga nanti pada saat kondisi ekonominya sudah membaik, market sudah membesar dengan sendirinya untuk segmen-segment potensial,” bebernya.
Tak hanya membangun prioritas layanan, Blibli juga membangun ekosistem terpadu Blibli Tiket. Ekosistem yang telah terbangun sejak 2024 itu mengandeng agen perjalanan daring (OTA) Tiket.com, serta jaringan retail modern Ranch Market.
Ekosistem ini telah memenuhi 90 persen kebutuhan masyarakat Indonesia melalui kanal daring maupun luring. Selain itu, kolaborasi ketiga perusahaan itu menjadi satu dalam ekosistem yang ada melalui format omnichannel demi memudahkan hidup masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More