BCA Expoversary 2025
Tangerang – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater BCA mnunjukan kenaikan yang signifikan sejak diluncurkan pada Oktober 2023 lalu.
EVP Transaction Banking Business Development BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya menyebutkan nilai outstanding pinjaman Paylater BCA mencapai Rp339 miliar hingga Januari 2025. Angka tersebut tumbuh sebesar 148 persen secara tahunan (yoy).
“Per 31 Januari 2025 outstanding dari paylater sudah mencapai Rp339 miliar, ini tentunya suatu perkembangan yang cukup menggembirakan karena usia paylater sejak launching satu tahun lebih di bulan Oktober 2023,” kata Alam dalam BCA Expoversary 2025 di ICE BSD, Tangerang dikutip, Jumat, 21 Februari 2025.
Baca juga: BCA Siap Implementasikan Layanan QRIS Tap pada Maret 2025
Sementara itu, untuk jumlah pengguna paylater BCA telah mencapai 150 ribu pengguna. Angka ini tumbuh dibandingkan sebelumnya yang sebanyak 100 ribu pengguna.
Alam menyatakan bahwa rasio kredit bermasalah atau non-performing loan dari paylater BCA juga masih terjaga baik. Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan secara rinci.
“Kita belum bisa menyebutkan berapa nilai kualitas kreditnya, cuma dari level yang menurut kita masih masih manageable,” imbuhnya.
Dikutip dalam laman resmi BCA, paylater BCA memiliki limit kredit hingga Rp20 juta dengan suku bunga sampai dengan 2 persen flat per bulan untuk jangka waktu atau tenor 1,3,6,dan 12 bulan.
Baca juga: Pengguna Paylater, Simak Saran APPI Agar Bisa Kredit Rumah
Nasabah dapat memanfaatkan layanan ini untuk alternatif melakulan transaksi pembayaran menggunakan QRIS minimal Rp100 ribu.
“Penggunaan paylater kita menggunakan transaksi QRIS sebagai media, pada saat bertransaksi kalau kita sudah menggunakan paylater kita punya opsi, jadi mau menggunakan uang di tabungan kita atau mau menggunakan dana yang sudah bersedia di Paylater,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More