Jakarta – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) beserta obligasi berkelanjutan I dan MTN I yang diterbitkan meraih peringkat idBBB+ atau sebagai perusahaan yang stabil oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
Dalam keterbukaan informasi, PEFINDO menyebut, peningkatan peringkat tersebut didukung oleh kemampuan PSAB dalam melunasi PUB I Tahap I Tahun 2019 dan juga profil likuiditas perusahaan yang lebih baik setelah berhasil melakukan restrukturisasi atas surat utangnya.
“Kami merevisi prospek atas peringkat perusahaan menjadi “stabil” dari sebelumnya “CreditWatch dengan implikasi negatif”,” tulis manajemen PEFINDO, Kamis, 7 Juli 2023.
Peringkat PSAB tersebut, telah mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang perusahaan yang cukup besar, memiliki fleksibilitas keuangan yang moderat, dan permintaan emas yang tinggi.
Meski begitu, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.
Baca juga: Ada 43 Emiten Baru, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp154,13 T
PEFINDO juga menjelaskan bahwa peringkat dapat dinaikkan apabila PSAB telah secara penuh mengoperasikan proyek baru yang dapat memperbaiki profil keuangan perusahaan secara berkelanjutan dan sebaliknya peringkat dapat berada dalam tekanan apabila terdapat keterlambatan dalam pengembangan Doup.
“Hal ini dapat berdampak pada penurunan volume produksi yang signifikan dibanding yang diproyeksikan dalam waktu dekat dan berdampak negatif pada pendapatan PSAB yang dapat memperburuk profil keuangan perusahaan,” imbuhnya.
Selain itu, penurunan signifikan atas harga emas juga dapat memicu penurunan peringkat pada perusahaan, karena hal tersebut dapat memperburuk profil finansial perusahaan yang sudah terjaga di posisi stabil. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More