Perbankan

Outlook Dipangkas Moody’s, Bank Mandiri Perkuat Mitigasi Risiko dan Fundamental

Poin Penting

  • Moody’s ubah outlook negatif terhadap lima bank jumbo Indonesia, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan BTN, dari sebelumnya stabil
  • Bank Mandiri respons dengan langkah mitigasi risiko, memperkuat pengelolaan likuiditas, permodalan, dan menjaga kualitas pembiayaan untuk mempertahankan fundamental perseroan
  • Tetap disiplin manajemen risiko dan strategi pertumbuhan berkelanjutan, selaras kebijakan regulator serta peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Jakarta – Bank Mandiri menyatakan akan memperkuat langkah untuk memitigasi berbagai risiko eksternal guna menjaga fundamental perseroan. Hal ini menyusul lembaga pemeringkat utang Moody’s yang mengubah outlook sejumlah bank di Indonesia menjadi negatif.

Sebagaimana diketahui, lembaga pemeringkat utang Moody’s mengubah outlook atau proyeksi lima bank jumbo di Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Sejumlah bank tersebut di antaranya, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), BCA, dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menegaskan bahwa penilaian eksternal terhadap sektor perbankan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental perseroan.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Pariwisata, Bank Mandiri dan Marriott Bonvoy Luncurkan Kartu Kredit Co-brand

“Hal tersebut turut menjadi pengingat bagi Bank Mandiri untuk mengantisipasi dinamika eksternal guna menjaga fundamental secara berkelanjutan,” kata Adhika dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Ke depan, kata Adhika, Bank Mandiri akan memperkuat langkah antisipatif terhadap berbagai risiko eksternal melalui penguatan pengelolaan likuiditas dan permodalan, serta pemeliharaan kualitas pembiayaan. 

Baca juga: Bank Mandiri Salurkan Bansos Rp15,1 Triliun di 2025, Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima

“Pada saat yang sama, kami juga akan tetap menjaga disiplin dalam penerapan manajemen risiko dan melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang selaras dengan kebijakan regulator,” jelasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka, Target 102 Ribu Orang Diberangkatkan

Poin Penting Program mudik gratis BUMN 2026 menargetkan lebih dari 100 ribu pemudik diberangkatkan ke… Read More

17 mins ago

Penyaluran Kredit UMKM Desember 2025 Masih Tertekan

Poin Penting Kredit UMKM Desember 2025 terkontraksi 0,3 persen yoy menjadi Rp1.501,5 triliun, melanjutkan kontraksi… Read More

25 mins ago

Tukar Uang Lebaran 2026 di Aplikasi PINTAR BI Dibuka Hari Ini, Simak Caranya!

Poin Penting PINTAR BI membuka pemesanan tukar uang Lebaran 2026 mulai 13-14 Februari sesuai wilayah.… Read More

43 mins ago

OJK Serahkan Tersangka Kasus Manipulasi Saham SWAT ke Kejari Boyolali

Poin Penting OJK menyerahkan tersangka SAS dalam kasus tindak pidana pasar modal SWAT ke Kejari… Read More

2 hours ago

BCA Mau Gelar RUPST 12 Maret 2026, Intip Agendanya

Poin Penting BCA dijadwalkan akan menggelar RUPST Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Maret di… Read More

2 hours ago

Portofolio Pembiayaan EV Adira Finance Didominasi Mobil Listrik

Poin Penting Pembiayaan mobil listrik di Adira Finance jauh lebih besar dibandingkan motor listrik. Porsi… Read More

4 hours ago