Market Update

Outflow Investor Asing Tembus Rp1,65 Triliun, Saham-saham Berikut Terbanyak Dijual

Poin Penting

  • Outflow investor asing pada 27 Januari 2026 mencapai Rp1,65 triliun, didominasi aksi jual saham perbankan jumbo.
  • BBCA menjadi saham paling banyak dijual asing, diikuti ANTM, BMRI, BUMI, dan ADRO; posisi ytd berbalik net sell Rp188,23 miliar.
  • IHSG tetap menguat tipis 0,05% ke level 8.980,23, meski mayoritas saham dan sektor, terutama industrial, bahan baku, dan kesehatan, melemah

Jakarta – Aliran dana investor asing tercatat keluar dari Indonesia, dengan Net Foreign Sell pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026 kembali tembus senilai Rp1,65 triliun.

Keluarnya dana investor asing tersebut masih didominasi oleh saham sektor keuangan, khususnya perbankan dengan kapitalisasi pasar jumbo. Oleh karena itu, secara year-to-date (ytd) telah berbalik menjadi net foreign sell sebesar Rp188,23 miliar.

Baca juga: Breaking News! IHSG Dibuka Ambles 6 Persen Lebih ke Level 8.381

Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, lima saham dengan aksi jual asing terbesar adalah:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp1,65 triliun
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp316,99 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp171,86 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp141,68 miliar
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (ADRO): Rp78,00 miliar.

Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, 27 Januari 2026, ditutup berbalik menguat tipis ke posisi 8.980,23 atau naik 0,05 persen dari posisi 8.975,33.

Kemudian, berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 410 saham terkoreksi, 279 saham menguat, dan 117 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: IHSG Rawan Tekoreksi, Saham BRPT, INET hingga PGEO Jadi Rekomendasi

Lalu, tercatat juga sebanyak 58,95 miliar saham diperdagangkan dengan 3,32 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp27,48 triliun. 

Tidak hanya itu, mayoritas sektor juga tercatat melemah, dengan tiga sektor teratas, antara lain sektor industrial, sektor bahan baku, dan sektor kesehatan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago