Poin Penting
- Mukhamad Misbakhun mengapresiasi buku karya Osbal Saragi Rumahorbo yang dinilai relevan di era digitalisasi perbankan.
- Misbakhun menegaskan penyaluran kredit berkelanjutan tetap membutuhkan peran manusia, tak hanya teknologi digital.
- Buku tersebut diharapkan memperkuat literasi keuangan dan mendukung pengembangan perbankan inklusif.
Jakarta — Peluncuran buku “Branchless Banking dan Rahasia Sukses Agen Bank di Indonesia” buah karya Osbal Saragi Rumahorbo menjadi momentum refleksi mengenai arah transformasi dan layanan keuangan di tengah derasnya arus digitalisasi di Tanah Air.
Peluncuran buku ini mendapat apresiasi positif dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Sebab, karya satu ini dianggap relevan di tengah tantangan industri perbankan saat ini.
“Buku ini sangat menarik karena mengulas salah satu model pengembangan perbankan di era digital yang penuh tantangan dan penuh dengan dinamika kemajuan teknologi yang sangat cepat,” ujar Misbhakun, saat memberikan testimoni daring dalam acara Indonesia Digital Forum 2026 bertajuk Reaching the Unbanked Amidst Cyber Threats and Cost of Living Crises, di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca juga: Bos Infobank: Indonesia Alami Perubahan Ideologi Ekonomi
Ia bilang, kehadiran buku tersebut tak sekadar memberikan manfaat bagi pelaku industri perbankan, tetapi juga menjadi rujukan bagi regulator dan pengawas sistem keagenan perbankan.
Di tengah masifnya penggunaan teknologi finansial, Misbakhun mengingatkan bahwa keberhasilan penyaluran kredit berkelanjutan tak hanya cukup mengandalkan kecepatan layanan digital.
Menurutnya, peran manusia masih memegang peranan penting dalam memastikan keuangan berjalan sehat dan tepat sasaran.
“Penyaluran kredit yang berkelanjutan tidak hanya mengandalkan kecepatan dan kemudahan teknologi, tetapi juga memerlukan peran manusia yang bertanggung jawab serta memahami kebutuhan dan kemampuan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Tiru Konsep Jepang, BTN-KAI Bangun Hunian Berbasis TOD di Kawasan Manggarai
Dirinya juga menyoroti pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah derasnya inklusi keuangan nasional.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat agar layanan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif
“Dengan demikian berbagai produk dan layanan keuangan yang ditawarkan dapat dimanfaatkan secara tepat guna untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Diakhir pernyataannya, Misbakhun menyampaikan apresiasi kepada penulis serta Infobank yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Dirinya berharap, peluncuran buku tersebut bisa memperkaya khazanah literasi sektor keuangan di Tanah Air sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan sistem perbankan yang lebih inklusif.
“Sekali lagi saya menyampaikan selamat atas terbitnya karya Bapak Osbal Saragi Rumahorbo. Selamat dan terima kasih kepada Infobank yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


