Jakarta – Bank Commonwealth saat ini melayani distribusi pembelian ORI016 yang bisa didapatkan secara online di Bank Commonwealth melalui aplikasi CommBank SmartWealth.
Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang berfokus pada solusi wealth management secara komprehensif dan dilengkapi dengan fitur robo-advisory yang dapat memberikan rekomendasi alokasi aset investasi untuk membantu mengoptimalkan investasi nasabah sesuai dengan profil risikonya.
“Aplikasi ini dapat membantu para nasabah mengantisipasi dampak dari perubahan kondisi ekonomi khususnya kondisi pasar dan mengoptimalkan investasi mereka,” jelas Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya.
Ivan menambahkan, ditengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Commonwealth memandang investor lebih melakukan diversifikasi investasi ke obligasi retail seperti ORI016 yang bisa dibeli secara online untuk meraup hasil yang optimal.
Terlebih dirinya menyebut, kondisi ekonomi global masih dipenuhi sentimen seputar potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan
Tiongkok yang masih belum menemukan titik terang. Penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat di pertengahan September juga dinilai masih belum mampu membawa perubahan arah investasi, karena investor masih berada pada posisi risk off mode.
“Karena dalam kondisi sentimen negatif dari global dan kondisi politik Indonesia yang bergejolak karena demonstrasi, investor asing cenderung berada pada risk off mode,” jelasnya.
Produk obligasi yang baru diluncurkan Kementerian Keuangan, ORI016, merupakan pilihan menarik untuk investasi di obligasi. Selain karena lebih tidak berisiko, investor dapat mulai berinvestasi dengan hanya Rp1 juta, dengan kupon 6,8% gross per tahun yang berada di atas suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 5,25% investor berpotensi memperoleh capital gain di era penurunan suku bunga ini.
Tercatat, ORI016 ini memiliki tenor selama 3 tahun hingga 15 Oktober 2022. Pembayaran kupon akan dilakukan pada tanggal 15 setiap bulannya, dengan kupon pertama dibayarkan pada 15 Desember 2019. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More
Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More
Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More