Ilustrasi daya beli konsumen. Foto: Istimewa
Jakarta – Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Desember 2022 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono mengatakan, hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2022 sebesar 119,9, lebih tinggi dibandingkan 119,1 pada November 2022.
Pada Desember 2022, keyakinan konsumen terpantau meningkat dibandingkan bulan
sebelumnya pada hampir seluruh kategori pengeluaran responden. Kenaikan tertinggi tercatat pada responden dengan pengeluaran >Rp5 juta. Sementara itu berdasarkan usia, IKK Desember 2022 tertinggi terdapat pada kelompok responden berusia 31-40 tahun.
Secara spasial, IKK meningkat di sebagian besar kota yang disurvei, terbesar di Medan (13,6 poin), diikuti Mataram (11,9 poin) dan Banjarmasin (11 poin).
Menguatnya keyakinan konsumen pada Desember 2022, lanjut Erwin, didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat meningkat pada seluruh komponen pembentuknya, terutama Indeks Penghasilan Saat Ini.
Pada Desember 2022, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau
meningkat dari bulan sebelumnya, tercermin dari Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) Desember 2022 sebesar 112,4 lebih tinggi dibandingkan 110,3 pada November 2022.
Kenaikan IKE Desember 2022 didorong oleh meningkatnya seluruh komponen indeks pembentuknya, tertinggi pada Indeks Penghasilan Saat Ini yang naik sebesar 3,9 poin menjadi 120,3 pada Desember 2022.
Selanjutnya, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Saat ini dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama juga meningkat, masing-masing tercatat sebesar 110,9 dan 106,2, lebih tinggi dari 109,5 dan 104,9 pada bulan sebelumnya. Secara spasial, kenaikan IKE terjadi pada sebagian besar kota yang disurvei, tertinggi di kota Banjarmasin (19,9 poin), diikuti Medan (16,2 poin) dan Mataram (14,5 poin).
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan terpantau sedikit menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) Desember 2022 sebesar 127,3, sedikit lebih rendah dari 127,9 pada November 2022.
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang menurun terutama disebabkan oleh penurunan ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha yang masing-masing turun sebesar -2,5 poin dan -0,6 poin menjadi 123,9 dan 124,6 pada Desember 2022.
Sementara itu, indeks ekspektasi penghasilan terindikasi meningkat 1,3 poin menjadi 133,3. Secara spasial, penurunan IEK Desember 2022 terjadi di beberapa kota cakupan survei dengan penurunan terdalam di kota DKI Jakarta (-10,7 poin), diikuti Padang (-9,8 poin) dan Banten (-5,0 poin). (*)
Poin Penting Hingga kini belum ada keputusan resmi untuk menunda impor pikap India sebanyak 105… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di Himbara, disambut positif BRI. Dana… Read More
Bank Muamalat kembali menghadirkan Program Rindu Haji sebagai apresiasi bagi nasabah yang berkomitmen menabung untuk… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup di 8.255,18, turun 0,81% dari pembukaan; 450 saham terkoreksi.… Read More
Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More
Poin Penting DBS Foundation bekerja sama dengan UNICEF menyiapkan program senilai USD 2,7 juta untuk… Read More