Keuangan

Optimis Hadapi 2019, Allianz Indonesia Antisipasi Gejolak Ekonomi Global

Jakarta — PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz) mengaku terus optimisme menghadapi persaingan bisnis pada 2019, hal tersebut juga seiring dengan optimisme Allianz terhadap ekonomi Indonesia.

Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti memandang ekonomi Indonesia tetap positif ditengah beberapa isu yang masih harus menjadi perhatian seperti isu global.

“Isu seperti perang dagang Amerika dengan Tiongkok, kenaikan suku bunga Amerika, pelemahan ekonomi Tiongkok dan dari dalam negeri stabilitas rupiah dan defisit neraca berjalan masih harus diantisipasi,” kata Ni Made Daryanti di menara Allianz Jakarta, Selasa 5 Maret 2019.

Allianz meyakini peluang mencetak kinerja yang lebih baik cukup terbuka, meski tetap harus mempertimbangkan isu global dan perhelatan politik lima tahunan di Indonesia.

“Terlepas dari kondisi pasar, kami mengandalkan pengalaman dan kemampuan Allianz untuk selalu mengoptimalkan hasil investasi dan membantu nasabah mewujudkan rencana yang telah dibuat untuk masa depan, serta menyediakan jenis fund yang dibutuhkan nasabah,” kata Joos Louwerier, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.

Dirinya beharap perhelatan politik lima tahunan berupa pemilihan presiden ini akan dapat memberikan dampak yang positif terhadap kinerja instrumen pasar modal.

Secara historis, dalam 3 pemilu terakhir yaitu pada 2004, 2009, serta 2014, pasar model ditutup positif meskipun pada beberapa tahun tersebut kondisi makro ekonomi kurang kondusif. Pilihan investasi sesuai profil risiko dan alokasi aset yang tepat akan dapat membantu untuk memaksimalkan imbal hasil yang dapat dihasilkan oleh instrumen investasi yang dipilih. (*)

Suheriadi

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

32 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

1 hour ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago