Optimis Ditengah Pandemi, BPR Akan Lalui Tiga Fase

Optimis Ditengah Pandemi, BPR Akan Lalui Tiga Fase

Aset BPR Ini Kalahkan Aset Bank Umum
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Selain mengancam perekonomian global dan nasional, pandemi corona virus desease 2019 (covid-19) juga mengancam keberlangsungan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto melihat, ada tiga fase yang akan dihadapi industri BPR terkait dampak covid-19, yaitu fase survive, recovery, dan bangkit.

“Yang pertama adalah masa survive atau bertahan, khususnya impact dari pandemi covid-19 ini,” ujarnya saat webinar yang diadakan The Finance, di Jakarta, Selasa, 28 April 2020.

Yang kedua, adalah tahap recovery atau bangkit. Menurutnya, masa recovery ini terjadi menjelang barkhirnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 11, karena disitu masih banyak risiko. Ia menilai, BPR berpotensi bisa melewati fase survive, namun belum tentu bisa melewati tahap recovery.

“Terus selanjutnya, bagaimana kita terus ke depan melakukan perbaikan dan inovasi variabel bisnis lain,” tambahnya.

Ditengah pandemi covid-19 yang belum jelas kapan akan menemui titik terang, Joko tetap optimis melihat masa depan industri BPR.

“Yang terpenting kita saat ini tetap sehat dan ceria, jangan panik, jangan stress. Mari kita bersama-sama rumuskan masa depan BPR se-Indonesia ini dengan penuh optimis,” tutup Joko. (*) Bagus Kasanjanu

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]