Keuangan

Optimalkan Kinerja, Chubb Life Bakal Perkuat Layanan Digital di 2024

Jakarta – Perusahaan asuransi jiwa PT Chubb Life Insurance Indonesia atau Chubb Life Indonesia akan semakin memperkuat layanan ke nasabah dengan teknologi digital di 2024.

Hal tersebut diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja Chubb Life Indonesia yang diyakini akan lebih baik dari tahun ini.

”Tentu kami tetap berkomitmen menghadirkan beragam produk kepada nasabah dan mitra distribusi kami. Kami yakin Chubb Life Indonesia akan melayani nasabah dengan lebih baik melalui pengembangan penawaran produk dan teknologi digital yang didukung oleh underwriting dan layanan klaim Chubb terkemuka,” ujar CEO dan President Director Chubb Life Indonesia Kumaran Chinan di Jakarta, Rabu (6/12).

Dia melanjutkan, secara kinerja Chubb Life Indonesia terus tumbuh. Tercatat pada kuartal ketiga 2023, pendapatan premi tumbuh 91 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Zurich Asuransi Indonesia Terapkan IFRS 17 Lebih Awal

“Pendapatan premi hingga kuartal III 2023 sebesar Rp1,34 triliun, sedangkan periode yang sama 2022 sebesar Rp704,44 miliar,” jelasnya.

Menurut Kumaran, dalam hal layanan pembayaran klaim. Terbukti dari layanan pembayaran klaim yang cepat dan ringkas. Sepanjang Semester 1 2023, tercatat Chubb menyetujui 96 persen klaim yang masuk atau setara dengan nilai Rp 242,3 miliar.

Kemudian, pada 2022 lalu, total klaim yang disetujui sebesar 89 persen dengan nilai Rp 455,8 miliar. Dari jumlah itu, sebesar 9 persen pembayaran klaim dilakukan hanya dalam 24 jam, sedangkan pada Semester 1 2023, 4 persen pembayaran klaim terjadi dalam 24 jam. Seluruh dana ditransfer ke nasabah setelah klaim disetujui.

Masih menurut Kumaran, pihaknya menyediakan produk dan layanan yang inovatif dan unggul untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

”Kami berkomitmen untuk memberikan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi di industri melalui layanan pelanggan yang profesional dan responsif,” ujar dia.

Chubb Life Indonesia juga berkomitmen penuh untuk menyelaraskan dengan visi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan indeks literasi keuangan melalui berbagai kegiatan guna memberdayakan masyarakat Indonesia untuk lebih Tangguh dalam masa depan keuangan mereka.

Saat ini, Chubb memiliki 15 kantor pemasaran di seluruh Indonesia yang diperkuat sekitar 5.000 agen dan 400 telemarketers berlisensi untuk melayani 2,24 juta nasabah.

Tercatat, hingga Desember 2022, tingkat kecukupan modal atau Risk Based Capital (RBC) Chubb yang lumayan besar yakni mencapai 1.336,25 persen.

Optimisme Industri Asuransi di 2024

Sebelumnya, Deputi Komisioner Bidang Pengawasan, Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila menyatakan optimisme pertumbuhan industri asuransi di 2024. Hal itu melihat kondisi ekonomi yang diyakini terus positif.

Menurut Iwan, pemerintah dan sejumlah lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diproyeksi tetap tumbuh baik di tahun 2024. Selain itu, inflasi RI juga diprediksi bisa terjaga lebih rendah pada tahun depan.

“Kondisi-kondisi ini yang menurut OJK sangat baik untuk membangun optimisme di tahun depan,” tutur Iwan Pasila.

Secara umum permodalan di industri asuransi di Indonesia menguat, dengan industri asuransi jiwa mencatatkan RBC 435,98 persen, jauh di atas ketentuan yang ditetapkan regulator sebesar 120 persen.

Baca juga: OJK Catat Masih Ada 7 Perusahaan Asuransi dalam Status Pengawasan Khusus

Peluang industri asuransi untuk tumbuh di tahun 2024 masih sangat besar. Hal tersebut diukur dari masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi asuransi.

Tercatat pada 2022, tingkat literasi baru 31,7 persen dan inklusi asuransi 16,6 persen. AAJI berharap tingkat literasi dan inklusi asuransi di Indonesia bisa meningkat pada 2024.

Sementara, Chubb Life Indonesia juga akan memperluas saluran distribusi untuk menjangkau lebih banyak nasabah dan menawarkan mereka pilihan pembelian yang fleksibel dan nyaman.

Hal itu mencakup kemitraan dengan saluran non-tradisional seperti fintech, platform e-commerce, dan startup insurtech. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

11 mins ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

20 mins ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

30 mins ago

Dorong Ekonomi Sirkular, ALVAboard dan Rekosistem Kerja Sama Kelola Sampah Kemasan

Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More

56 mins ago

Bank BJB Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon hingga 6,30 Persen

Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More

1 hour ago

Transaksi QRIS Melesat, Tumbuh 131,47 Persen di Januari 2026

Poin Penting Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.… Read More

1 hour ago