Market Update

Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) Bersiap Diversifikasi Bisnis pada 2026

Poin Penting

  • OPMS diversifikasi besar-besaran dengan menambah 16 lini usaha baru di 2026, fokus ke sektor FMCG dan pangan.
  • Bisnis besi scrap tetap dipertahankan, namun FMCG akan menjadi motor pertumbuhan utama ke depan.
  • Pasar merespons positif, saham OPMS melonjak 163,38% dalam 6 bulan dan naik 22,5% dalam satu hari.

Jakarta – PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) sebagai emiten perdagangan logam bekas kapal saat ini sedang mempersiapkan diversifikasi usaha dengan menambah 16 lini bisnis berbeda pada 2026. 

Rencana penambahan kegiatan usaha itu telah memperoleh persetujuan pemegang saham pada Desember 2025. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Dalam diversifikasi tersebut, OPMS akan masuk ke industri pangan melalui berbagai lini usaha, antara lain perdagangan gula, cokelat dan kembang gula, kopi, teh, kakao, serta makanan dan minuman hasil pertanian.

Selain itu, Perseroan juga akan mengembangkan perdagangan buah-buahan, telur dan olahannya, susu dan produk susu, minuman non-alkohol non-susu, serta berbagai jenis makanan dan minuman lainnya.

Tak hanya itu, OPMS juga berencana melakukan perdagangan besar komoditas beras, sayuran, minyak dan lemak nabati, daging ayam dan olahannya, daging sapi dan olahannya, daging dan produk olahan daging, hingga ritel roti, kue kering, dan kue basah.

Fokus FMCG

Direktur OPMS, Rubbyanto Handaja Kusuma, menyampaikan bahwa ke depan Perseroan akan lebih menitikberatkan pengembangan pada lini bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibandingkan penjualan besi scrap.

“Namun Perseroan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil guna meningkatkan pendapatan Perseroan di segmen tersebut,” kata Rubbyanto dalam keterangan resmi, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menambahkan, tenaga ahli serta pendapatan dari kegiatan usaha baru tersebut akan mulai dibukukan dalam laporan keuangan kuartal IV 2025 dan paling lambat dilaporkan pada 31 Maret 2026.

Baca juga: Ada 351 Saham Merah, IHSG Ditutup Flat ke Level 7.760

Melihat hal tersebut, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut, Aksi itu dinilai mampu meningkatkan sentimen fundamental untuk harga saham OPMS.

Ia menilai, strategi diversifikasi ini berpeluang besar untuk mendongkrak pendapatan pada masa yang akan datang. Dengan rapor kinerja baik, potensi dividen tinggi, minat investor akan saham OPMS akan lebih besar dan mendorong harga sahamnya melambung tinggi.

“Penambahan kegiatan usaha baru ini membuka peluang Perseroan untuk menjalin kerja sama dengan beberapa principal baru ke depannya. Dengan jaringan distribusi yang terfokus di wilayah Madura dan Jawa Timur, Perseroan memiliki peluang distribusi, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan regional,” ujar Herditya.

Harga Saham OPMS Melonjak

Adapun, aksi korporasi besar-besaran ini mendapat respons positif dari pasar. Harga saham OPMS tercatat melonjak 163,38 persen dalam enam bulan terakhir hingga Selasa (6/1).

Selain itu, pada perdagangan hari ini saja, saham OPMS kembali menguat 22,50 persen ke level Rp196 per saham, dari posisi sebelumnya Rp160 per saham.

Lonjakan harga tersebut memperkuat spekulasi pasar mengenai potensi masuknya investor strategis atau mitra kerja yang akan melakukan akuisisi bertahap maupun kerja sama operasi dengan Perseroan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Berhasil Himpun Dana Rp6,83 Triliun pada Program Gerak Syariah 2026

Poin Penting Program GERAK Syariah 2026 berhasil menghimpun Rp6,83 triliun, naik 241,5 persen dibanding tahun… Read More

37 mins ago

Pasar Kripto Bergejolak, CACI Jamin Likuiditas dan Transaksi Investor Aman

Poin Penting CACI memastikan likuiditas dan stabilitas transaksi tetap terjaga di tengah volatilitas pasar kripto.… Read More

38 mins ago

Begini Cara Menata Ulang Keuangan Pasca Lebaran

Poin Penting PT Asuransi Jiwa Sequis Life mendorong masyarakat melakukan “reset finansial” pasca-Lebaran untuk memulihkan… Read More

46 mins ago

Catat! Jadwal Operasional BNI saat Libur Paskah 2026

Poin Penting BNI tetap menyediakan layanan perbankan selama libur Paskah 3 April 2026 melalui operasional… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Tumbuh 92,9 Persen, Transportasi Hijau Dominan

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia tumbuh 92,9% menjadi Rp8,24 triliun pada 2025. Sektor transportasi… Read More

2 hours ago

Pertamina Angkat Bicara soal Kebakaran SPBE Bekasi, Pasokan LPG Dipastikan Aman

Poin Penting Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi menyebabkan 12 orang luka tanpa korban jiwa. Dugaan sementara,… Read More

3 hours ago