Jakarta – Panin Dai-ichi Life meluncurkan produk baru asuransi kesehatan yang merupakan rider dari produk Unit Lini miliknya. Asuransi Kesehatan terbaru dari Panin Dai-ichi Life ini bertajuk Optima Crisis Cover Plus, yakni perlindungan dari tahap awal (early stage) terhadap 150 kondisi penyakit kritis dengan rentang usia masuk mulai 1 bulan hingga 70 tahun.
Perlindungan penyakit kritis kini semakin diminati mengingat risiko penyakit kritis trennya meningkat. Dalam laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) disebutkan, pada 2020 tiga perempat kematian di negara berkembang disebabkan oleh penyakit kritis. Melalui Optima Crisis Cover Plus, Panin Dai-ichi Life menawarkan total manfaat perlindungan hingga 180% dari Uang Pertanggungan, beserta manfaat lainnya.
Simon Imanto, Wakil Presiden Direktur mengatakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang unik dan beragam, Panin Dai-ichi Life terus berinovasi untuk menghadirkan solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan di setiap tahap kehidupan. “Penting bagi nasabah untuk mengerti berbagai risiko kehidupan dan cara mengantisipasinya, termasuk risiko terhadap penyakit kritis. Penyakit kritis dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja, untuk itu itu perlindungan komprehensif terhadap penyakit kritis sangat diperlukan oleh siapapun“ ujarnya.
Optima Crisis Cover Plus merupakan manfaat asuransi tambahan (riders) yang dapat ditambahkan di polis asuransi unitlink utama. Produk ini dipasarkan melalui para agen asuransi profesional Panin Dai-ichi Life yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Panin Dai-ichi Life terus berkomitmen untuk melayani dan memenuhi janji kepada nasabah, termasuk dalam hal klaim untuk penyakit kritis. Berdasarkan data klaim Panin Dai-ichi Life, pada periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2016, Panin Dai-ichi Life telah membayarkan klaim sebanyak 227 klaim penyakit kritis dengan nilai lebih dari Rp 26 miliar.(*)
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More