Jakarta – PT Djakarta Lloyd mengalami peningkatan okupansi angkutan selama pandemi Covid-19 sebesar 5% di atas rata-rata. Peningkatan ini tak bisa dilepaskan dari adanya kebijakan Tol Laut yang mendukung transportasi logistik di tengah pandemi.
“Terutama kemarin ketika awal-awal pandemi ya, untuk distribusi alat-alat kesehatan, distribusi makanan, dan kita bahkan lebih banyak lagi membawa muatan dari pada hari-hari yang biasa ya,” ujarnya, kepada Infobank, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Djakarta Lloyd yang telah terlibat dalam kebijakan Tol Laut selama dua tahun ini telah mengoperasikan 5 kapalnya dalam kebijakan tersebut.
“Ada 5 trayek yang kita handling, 4 trayeknya ada di koridor Sulawesi, jadi full yang koridor Sulawesi dihandle oleh Djakarta Lloyd. Ditambah dengan koridor Ambon dan Kepulauan Maluku. Jadi, ada 4 kapal di koridor Sulawesi serta 1 kapal di koridor Ambon dan Kepulauan Maluku,” pungkasnya. (*) Steven
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More