Jakarta–Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Inklusi Keuangan Bank Indonesia Pungky P Wibowo mengungkapkan, bahwa Oktober 2017 seluruh gerbang tol akan melayani uang elektronik dari seluruh bank swasta maupun nasional.
“Kelak gerbang tol pada Oktober 2017 serentak nontunai. Saat ini sudah mulai. Jadi tidak ada eksklusivitas. Jadi kita terbuka semua bank dari nasional maupun swasta,” jelasnya di Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017.
Pada tahun ini, pemerintah memang akan mewajibkan seluruh pengguna jalan tol di Indonesia melakukan transaksi secara nontunai. Peraturan tersebut ditargetkan mulai berlaku Oktober 2017.
Pungky menjelaskan, nantinya semua perbankan dapat bekerja sama dalam menyediakan layangan pembayaran tol nontunai kepada masyarakat.
Kelak kartu uang elektronik (e-money) pada bank swasta pun juga dapat digunakan untuk melakukan pembayaran tol secara nontunai. Melalui program ini, diharapkan masyarakat akan semakin mudah untuk memperoleh akses pembiayaan tol secara nontunai.
Pungky mengungkapkan, dalam melayani masyarakat para pelaku perbankan harus menyingkirkan persaingan dan mementingkan kepentingan masyarakat dengan memudahkan transaksi masyarakat salah satunya di jalan tol.
“Kita terbukalah. Ada national interest yang harus kita jaga. Sebagai NKRI, saya juga concern dengan nasionalitas. Namun persaingan akan membutuhkan efektivitas,namun tetap pentingkan masyarakat.” ujarnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More