News Update

OJK Yakin Industri Pindar Syariah Tetap Tumbuh di Tengah Kasus Gagal Bayar

Poin Penting

  • OJK tetap optimistis pindar syariah tumbuh positif pada 2026, meski dibayangi sejumlah kasus di industri.
  • Outstanding pembiayaan pindar syariah naik 38,15% yoy per Oktober 2025 menjadi Rp1,87 triliun.
  • Tantangan utama industri meliputi penguatan manajemen risiko, efisiensi operasional, serta perlindungan konsumen, termasuk penanganan kasus DSI.

Jakarta – Di tengah berbagai kasus pahit yang membelit fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimistis kinerja industri ini tumbuh positif pada 2026.

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, Dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan, kinerja pindar syariah masih memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Optimisme tersebut tecermin dari peningkatan outstanding pembiayaan pindar syariah yang terus terjadi dari tahun ke tahun.

Outstanding pembiayaan Pindar Syariah per Oktober 2025 meningkat 38,15 persen yoy menjadi Rp1,87 triliun,” ujar Agusman, dalam keterangannya, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.

Baca juga: Paguyuban Lender DSI Tuntut Pertanggungjawaban Krisis Gagal Bayar Rp815,2 M

Meski mencatat pertumbuhan, Agusman mengakui industri pindar syariah masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dimitigasi agar tidak menghambat kinerja perusahaan.

“Kinerja Pindar Syariah berpotensi terus tumbuh dengan tantangan utama pada penguatan manajemen risiko, efisiensi operasional, serta perluasan literasi dan ekosistem syariah,” bebernya.

Kasus Gagal Bayar DSI Jadi Perhatian OJK

Di sisi lain, salah satu penyelenggara pindar syariah, PT Dana Syariah Indonesia (DSI), tengah menghadapi kasus gagal bayar.

Terbaru, OJK kembali mengundang kelompok pemberi dana atau lender DSI untuk membahas perkembangan pengembalian dana yang telah dijanjikan oleh pengurus perusahaan.

Baca juga: Dugaan Gagal Bayar DSI, DPR Desak Tanggung Jawab dan Transparansi

Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK, Rizal Ramadhani, bersama sejumlah pejabat OJK menerima enam perwakilan Paguyuban Lender DSI di Kantor OJK, Jakarta, Selasa (30/12).

OJK Tegaskan Komitmen Lindungi Konsumen

Dalam pertemuan tersebut, Rizal menegaskan dialog lanjutan ini merupakan wujud komitmen OJK dalam menjalankan fungsi pelindungan konsumen sekaligus pengawasan sektor jasa keuangan.

“Sebagai otoritas kami harus hadir baik di sisi pelindungan konsumen atau pengawas sektor jasa keuangan. Untuk urusan dana lender DSI ini kami sudah melakukan berbagai hal sesuai kewenangan kami,” kata Rizal, dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Pengadilan Tipikor Vonis Eks Dirjen Kemenkeu 1,5 Tahun Penjara di Kasus Jiwasraya

Sebelumnya, pada 28 Oktober 2025, OJK telah memfasilitasi pertemuan antara perwakilan Paguyuban Lender DSI dan Direktur Utama PT DSI Taufiq Aljufri.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas sejumlah pengaduan masyarakat terkait tertundanya pengembalian dana maupun pembayaran imbal hasil dari DSI.

Dalam pertemuan itu, Taufiq menyatakan bertanggung jawab menuntaskan kewajiban pengembalian dana kepada lender secara bertahap sesuai kemampuan perusahaan.

Rencana penyelesaian tersebut akan disusun dengan melibatkan kelompok lender dan selanjutnya disampaikan kepada OJK. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Nilai Utang Luar Negeri RI Masih Aman meski Meningkat

Poin Penting Rasio utang pemerintah 40,46 persen terhadap PDB dinilai Purbaya masih aman dibandingkan negara… Read More

20 mins ago

OJK Cabut Izin Usaha BPR Kamdana di Bali, Ini Penyebabnya

Poin Penting OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Kamadana di Bali pada 18 Februari… Read More

2 hours ago

LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026, Ini Pertimbangannya

Poin Penting LPEM UI sarankan BI Rate tetap 4,75% pada RDG Februari 2026 guna menjaga… Read More

2 hours ago

Kasus-Kasus Kriminalisasi Kredit Macet yang Membelit BPD

Poin Penting Mantan petinggi Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng jadi terdakwa kredit macet… Read More

2 hours ago

Pendaftaran BTN RUN 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

Poin Penting BTN RUN 2026 dibuka 13 Februari via bale by BTN dan 18 Februari… Read More

3 hours ago

Bank Danamon dan Adira Finance Perpanjang Bunga Spesial KPM Prima

Poin Penting Bank Danamon dan Adira Finance memperpanjang bunga dan margin spesial KPM Prima mulai… Read More

3 hours ago