Cyber crime; Rentan pencurian identitas. (Foto: Istimewa).
Bali – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida tak menampik tindak kejahatan teknologi (cyber crime) berpotensi besar bisa terjadi di pasar modal.
Melihat hal ini pihaknya bersama pengawas pasar modal di negara berkembang, telah membahasnya di International Organization of Securities Commissions The Growth an Emerging Markets Committee (IOSCO GEM-C) dan bahkan telah melakukan simulasi dalam mengantisipasi serangan cyber crime.
“Karena cyber crime bisa saja terjadi dimana-mana,” kata Nurhaida di Bali, Kamis, 21 Januari 2016.
Sebelumnya, Secretary General IOSCO, David Wright pun mengakui, cyber crime kini sudah menjadi masalah yang sangat serius. Oleh karena itu penting bagi para pengawas pasar modal sebagai regulator untuk mempelajari jenis-jenis cyber crime yang mungkin menyerang industri pasar modal.
“Ini sangat serius, cyber crime sudah terjadi di seluruh dunia. Bahkan mungkin ketika kita konfrensi disini saat ini ada cyber crime yang sedang berlangsung. Karena kita tidak tahu,” imbuhnya.
David menjelaskan ada beberapa jenis dan tujuan dari modus yang dilakukan pelaku cyber crime, pertama ada yang bertujuan untuk mengambil keuntungan dengan membobol rekning korban. Kemudian ada juga yang bertujuan untuk mengacaukan sistem yang ada, seperti sistem perdagangan pasar modal.
“Yang kita bicarakan sekenarionnya, ini sangat serius. Saya inget sekali Sony pernah diserang dan dihancurkan sistemnya. Tentu semua itu perlu dibuat sistem untuk mencegah dna menghalangi hal itu,” pungkasnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More