Jakarta – Regulator Indonesia tampaknya semakin serius dalam menerapkan sistem keuangan berkelanjutan atau green economy sebagai salah satu negara yang tergabung dalam G20. Salah satunya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan segera menerbitkan panduan manajemen risiko pada perubahan iklim atau Risk Management Guidelines on Climate Change.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, mengungkapkan aturan ini akan mewajibkan pelaku sektor jasa keuangan untuk memiliki pedoman internal dan business plan yang terkait dengan perubahan iklim. Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan aspek keuangan berkelanjutan dalam setiap aksi korporasi.
“Tujuannya adalah agar ketika Indonesia di assess oleh lembaga internasional, risiko on climate changenya tidak terlalu besar. Kita ini anggota G20, kita akan menjadi leading example untuk negara-negara lain bahwa kita harus lebih maju dalam penerapan kebijakan ini,” ujar Wimboh pada paparan virtualnya, Kamis, 26 Agustus 2021.
Lebih jauh, OJK juga akan memasukkan Risk Management on Climate Change ini menjadi salah satu basis dalam pengawasan. Saat ini, OJK sedang mengkaji risiko yang akan diberikan apabila lembaga keuangan tidak patuh terhadap panduan perubahan iklim tersebut.
Wimboh juga tidak lupa mengapresiasi pelaku di sektor jasa keuangan yang sudah menjadi pioner dalam green economy. Adapun beberapa diantaranya adalah penerbitan sustainablility green bond yang dilakukan oleh BRI sebesar US$1,92 miliar, Bank Mandiri sebesar US$300 juta, dan PT SMI sebesar Rp500 miliar. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More