Perbankan

OJK: Volatilitas Nilai Tukar Rupiah Tak Berpengaruh ke Permodalan Perbankan

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kondisi volatilitas nilai tukar rupiah saat ini tidak berpengaruh langsung terhadap permodalan perbankan. Hal ini berdasarkan hasil stress test yang dilakukan oleh OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan tidak terpengaruhnya modal perbankan tersebut disebabkan oleh Posisi Devisa Neto (PDN) yang masih jauh di bawah threshold. 

Adapun posisi PDN per Maret 2024 tercatat sebesar 1,66 persen, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni Februari 2024 sebesar 1,39 persen.

Baca juga: Kredit Perbankan Tumbuh 12,40 Persen di Maret 2024, Ini Sektor Pendongkraknya

“Di sisi lain berdasarkan hasil stress test yang dilakukan OJK, kondisi volatilitas nilai tukar rupiah saat ini relatif tidak berpengaruh langsung terhadap permodalan bank, mengingat posisi devisa neto atau PDN perbankan Indonesia yang masih jauh di bawah threshold dan secara umum posisi PDN kita tercatat long,” kata Dian dalam konferensi pers RDK, Senin, 13 Mei 2024.

Lebih lanjut Dian menuturkan, di tengah volatilitas pasar keuangan global kinerja industri perbankan masih tetap resilien dan stabil per Maret 2024.  

Pada Maret 2024 kredit tumbuh double digit, yakni sebesar 12,40 persen year on year (yoy), dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 11,28 persen yoy atau menjadi Rp7.245 triliun.

“Kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil didukung tingkat profitabilitas ROA sebesar 2,62 persen Februari sebelumnya adalah 2,52 persen,” ujarnya.

Baca juga: OJK Blokir 5.000 Rekening Perbankan Terkait Judi Online

Kemudian, Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 4,95 persen dibandingkan Februari yang sebesar 4,49 persen. Sementara Capital Adequacy Ratio (CAR) atau kecukupan modal masih ada di level tertinggi sebesar 26 persen dibandingkan sebelumnya yang sebesar 27,73 persen. 

“Jadi ini bantalan mitigasi risiko yang cukup solid di tengah kondisi ketidakpastian kondisi global,” imbuhnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

3 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

4 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

5 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

5 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

5 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

6 hours ago