Keuangan

OJK Usut Dalang di Balik Surat Bermodus Ayat Suci Al-Qur’an Dipakai untuk Tak Lunasi Utang

Malang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang tengah menyelidiki praktik pengiriman surat yang mencantumkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai alasan untuk tidak melunasi utang kepada lembaga jasa keuangan.

Kepala Kantor OJK Malang, Biger Adzanna Maghribi mengungkapkan, dalam sembilan bulan terakhir, pihaknya menerima puluhan tembusan surat dengan format serupa. Surat-surat ini dikirim ke berbagai lembaga keuangan tanpa kop resmi.

“Kami mencurigai adanya pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai dalang di balik surat-surat tersebut,” ujar Biger, seperti dilansir Kompas, Senin, 10 Maret 2025.

Baca juga: Utang Warga RI di Paylater Bank Tembus Rp22,57 Triliun per Januari 2025

“Kami melihat bahwa ini ada lembaga atau pihak yang sebenarnya menyiapkan konsep-konsep surat seperti ini, menawarkan jasa dengan memberikan iming-iming bahwa utang tidak perlu dibayarkan dan akan otomatis lunas,” sambungnya.

Ayat Suci Dijadikan Alasan untuk Tidak Melunasi Utang

Surat tersebut mengutip ayat-ayat Al-Qur’an tentang haramnya riba, sehingga nasabah merasa tak wajib membayar utangnya.

“Misalnya seseorang meminjam uang, karena ada ribanya, dia tidak mau melanjutkan pembayaran, dan hanya ingin membayar pokoknya saja ketika sudah memiliki kelebihan,” kata Biger.

Baca juga: OJK Catat Piutang Pembiayaan Capai Rp475,58 Triliun pada Januari 2025

Ironisnya, beberapa surat juga mengutip ayat yang justru menekankan kewajiban membayar utang jika mampu.

OJK Ingatkan Risiko Jika Utang Tidak Dibayar

Biger khawatir fenomena ini membuat masyarakat terbiasa menghindari kewajiban finansialnya.

Ia lantas mengingatkan bahwa utang yang tak dibayar akan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dan dapat berdampak pada akses ke layanan keuangan pada masa depan.

“Jika tidak dibayarkan, pasti akan tercatat di sistem OJK checking ini atau SLIK,” tutupnya. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Funding Korporasi Bank Mega Syariah Tembus Rp5,9 Triliun di 2025

Poin Penting Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan funding korporasi lebih dari 60 persen yoy menjadi… Read More

1 hour ago

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Variabel Penting dalam Perang Teluk?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More

13 hours ago

Riset HID: 73 Persen Perusahaan Prioritaskan Manajemen Identitas di Tengah Ancaman Siber

Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More

18 hours ago

Menguak Dugaan Kegagalan KAP dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Skandal Kredit Sritex

Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More

20 hours ago

Top! Laba Bank Kalbar Februari 2026 Tumbuh 14,81 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy),… Read More

22 hours ago

Ikut Earth Hour 2026, BCA Pastikan Jaringan dan Layanan Perbankan Berjalan Normal

Poin Penting BCA berpartisipasi dalam Earth Hour 2026 dengan memadamkan lampu dan perangkat non-esensial selama… Read More

1 day ago